Tahun 2020 Gubernur Jabar Fokus ke SDM dan Pemerataan Pembangunan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jabar Ridwan Kamil memaparkan Misi Pembangunan Tahun 2020 dalam forum Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Jawa Barat di Bandung, Selasa, 2 April 2019.

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil memaparkan Misi Pembangunan Tahun 2020 dalam forum Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Jawa Barat di Bandung, Selasa, 2 April 2019.

    INFO NASIONAL -- Pemprov Jabar punya lima misi pembangunan  tahun 2020 dengan menitikberatkan pada  sumber daya manusia dan pemerataan pembangunan.

    Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyampaikan kelima misi itu dalam forum Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat tahun 2020 di The Trans Luxury Hotel, Bandung, Selasa ,2 April 2019.

    "Yang pertama kita punya cita-cita kualitas SDM-nya Jawa Barat adalah bertakwa, berpancasila. Maka ini menjadi penting dan relevan, tetap dalam bingkai NKRI dan tetap dalam bingkai Pancasila. Kedua, adalah melahirkan manusia yang berbudaya," kata Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil.

    Misi ketiga adalah mempercepat pertumbuhan dan pemerataan pembangunan berbasis lingkungan dan tata ruang yang berkelanjutan. Berikutnya, meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi umat. “Dan terakhir mewujudkan tata kelola pemerintahan yang inovatif," ujar dia.

    Mantan Walikota Bandung itu menuturkan,  beberapa pencapaian di tahun 2018 menjadi modal awal untuk menentukan strategi pembangunan di 2020. Misalnya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 70,99 poin lebih baik dibanding 2017 di angka 70,69 poin. Juga, laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE)  Jabar pada 2018 sebesar 5,64 persen atau di atas rata-rata nasional.

    Selain itu, inflasi 2018 yang dapat dikendalikan sebesar 3,54 persen. Tingkat kemiskinan 2018 menurun menjadi 7,25 persen dibandingkan 2017 sebesar 8,71 persen. Tingkat pengangguran terbuka 2018 menurun menjadi 8,17 persen dibandingkan tahun  2017 sebesar 8,22 persen, serta gini rasio 2018 di angka 0,405 poin.

    Emil mematok target indikator makro ini lebih baik pada 2020. IPM ditargetkan meningkat menjadi 71,91-72,52 poin, LPE  meningkat diprediksi 5,50-5,90 persen, inflasi ditekan antara 3,00 – 4,00 persen. Adapun tingkat kemiskinan ditargetkan menurun menjadi 6,07-6,31 persen, tingkat pengangguran terbuka 7,7-7,9 persen, juga gini rasio pada kisaran 0,37-0,38 poin.

    "Intinya adalah confident. Jadi masyarakat, investor, pemerintah harus yakin kalau kami punya konsep yang jelas bahwa Jawa Barat dengan konsep seperti ini akan menjadi provinsi termaju, tercepat, terbaik se-Indonesia," kata Emil.

    Ia mengakui pada 2020 nanti Jabar masih  menghadapi banyak tantangan  seperti ketimpangan dan kemiskinan. “Tapi insyaallah dengan program kemandirian desa dan lain-lain, dalam lima tahun kita kikis semaksimal mungkin," katanya.

    Emil juga menjelaskan ada sembilan prioritas pembangunan dalam RKPD 2020 antara lain akses pendidikan untuk semua,  desentralisasi pelayanan kesehatan, pertumbuhan ekonomi umat berbasis inovasi, infrastruktur konektivitas wilayah dan inovasi pelayanan publik dan penataan daerah.

    Untuk merelalisasikan sembilan prioritas pembangunan tersebut, APBD Jabar pada 2020 diproyeksikan Rp 36 triliun dengan kontribusi terbesar dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 58,48 persen. Sedangkan belanja daerah tahun anggaran 2020 diproyeksikan lebih dari Rp 38 triliun.

    Emil mengajak semua pihak  kompak membangun Jabar. "Kita penuh semangat, penuh dengan gagasan, penuh dengan cara baru. Namun yang menjadi masalahnya hanya satu yaitu kurang kompak. Jika masyarakat Jabar kompak, kita bisa kalahkan semuanya,” ujar dia,

    Sementara itu Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Hadi Prabowo, mengapresiasi Jabar yang punya awal bagus untuk merealisasikan berbagai program unggulan  tahun 2020 .

    "Saya sampaikan apresiasi dan penghargaan atas tercapainya pelaksanaan pembangunan, pelaksanaan program kegiatan baik yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat maupun atas usulan aspirasi dari Pemerintah Provinsi, ataupun Pemerintah Kabupaten Kota,"  katanya.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.