Napi Terorisme Ridwan Sungkar Bebas, Densus 88 Antar Pulang

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anggota teroris. shutterstock.com

    Ilustrasi anggota teroris. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Tulungagung - Narapidana perkara terorisme Ridwan Sungkar, 47 tahun, bebas setelah menjalani masa hukuman selama empat tahun di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Tulungagung, Jawa Timur, Selasa, 2 April 2019. Dikawal ketat aparat keamanan, Densus 88, serta sipir Ridwan keluar dari penjara sekitar pukul 10.05 dengan menggunakan mobil minibus  aparat.

    Dua anaknya menjemput dan mendampinginya hingga sampai di rumahnya, Jalan KH Abdul Fattah, Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Semula, Ridwan ingin pulang sendiri, jika perlu naik becak. “Namun demi alasan keamanan dan prosedur tetap pengawalan, tim Densus mengantarnya dengan minibus," kata Kepala LP Klas IIB Tulungagung Erry Taruna.

    Baca: Polri Terus Kejar Kelompok Teroris Meski ISIS Kalah

    Ridwan yang berperawakan tinggi besar bercambang lebat. Dia komunikatif saat Erry bersama beberapa aparat keamanan termasuk tim Densus 88 yang datang, Muhidin, mengajaknya berbincang selama proses pengurusan administrasi menjelang kebebasannya pagi itu.

    Ridwan Sungkar bin Sa'id Salim divonis empat tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada 5 Februari 2016 karena dinyatakan terbukti terlibat jaringan terorisme sejak 2 April 2015.

    Ayah tujuh putera asal Kelurahan Mangunsari, Tulungagung ini ditahan atas tuduhan terlibat jaringan terorisme sejak 2 April 2015. Menurut Erry maupun catatan kepolisian, Ridwan sebenarnya tidak memiliki rekam jejak langsung dalam serangkaian aksi terorisme di Indonesia.

    Baca: Terduga Teroris Tewas Minum Cairan, Polri Tunggu Hasil Labfor

    Lama sebelum ditangkap tim Densus 88 karena kasus terorisme, Ridwan teridentifikasi pernah pergi ke Suriah dan mengikuti kegiatan perang Jihad yang dikobarkan ISIS.

    Ridwan sudah kembali dari Suriah dan kembali beraktivitas biasa di Indonesia, di kediamannya bersama keluarga di Kelurahan Mangunsari, Tulungagung. Dia diburu tim Densus 88 setelah salah atau temannya di Suriah, membuat vlog yang tayangannya menantang Polri dan Banser NU, dengan ancaman bunuh melalui serangan teror yang direncanakan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peluru Tajam di Malam Jahanam Kerusuhan 22 Mei 2019

    Dalam kerusuhan 22 Mei 2019, empat orang tewas dengan luka mirip bekas tembakan. Seseorang diduga tertembak peluru tajam.