Sesjen MPR Ajak Masyarakat Sukseskan Pemilu

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal MPR RI, Ma’ruf Cahyono, membuka dengan resmi pelaksanaan Mukernas I Mapancas, yang  berlangsung di Jakarta pada 1-3 April 2019. (dok MPR RI)

    Sekretaris Jenderal MPR RI, Ma’ruf Cahyono, membuka dengan resmi pelaksanaan Mukernas I Mapancas, yang berlangsung di Jakarta pada 1-3 April 2019. (dok MPR RI)

    INFO NASIONAL-- Jelang pemilu serentak yang tinggal hitungan hari, Sekretaris Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ma’ruf Cahyono mengajak masyarakat untuk tetap tenang. Saling menjaga suasana kondusif dan mempererat persatuan serta kesatuan sesama bangsa. Salah satu caranya tidak saling menghasut atau terhasut isu yang dilemparkan pihak lain, apalagi yang berkonten suku, agama, ras, dan golongan (SARA).

    Pemilu, menurut Ma’ruf, adalah proses demokrasi, panggung mulia milik rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. Bangsa Indonesia sudah berpengalaman dalam pelaksanaan pemilu-pemilu dan terbukti sukses. Karena itu, pemilu kali ini pun harus berlangsung damai seperti sebelumnya, bahkan lebih berkualitas proses maupun hasilnya serta tidak perlu diikuti dengan perpecahan di antara anak bangsa Indonesia sendiri. 

    Pernyataan itu dikemukakan Ma’ruf saat menyampaikan pidato kebangsaan di hadapan peserta musyawarah kerja nasional (Mukernas) I dan seminar kebangsaan mahasiswa Pancasila (Mapancas). Acara tersebut berlangsung di Gedung Nusantara V, Kompleks MPR, DPR, dan DPD Senayan, Jakarta, Senin, 1 April 2019. Dalam kesempatan itu, mewakili Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ma’ruf membuka secara resmi pelaksanaan Mukernas I Mapancas yang berlangsung di Jakarta pada 1—3 April 2019. 

    Kepada peserta Mukernas, Ma’ruf Cahyono meminta mahasiswa tidak boleh berhenti dalam mencari juga menggali nilai-nilai luhur dalam Pancasila. Bukan sekadar dihafal, melainkan dipahami dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai lingkungan terkecil, keluarga, organisasi, hingga masyarakat sekitar. 

    “Para mahasiswa, khususnya, dan pemuda, umumnya, harus berani melakukan introspeksi. Apakah Pancasila sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari atau belum,” ucapnya.

    Ma’ruf berharap Mapancas berkontribusi bagi penguatan ideologi Pancasila, baik bagi anggotanya maupun bangsa Indonesia. Karena sebagai mahasiswa, Mapancas memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan bagi semua masyarakat. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.