HNW: Ummat Islam Harus Paham Sejarah Agar Semakin Cinta Indonesia

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) Sosialisasi Empat Pilar MPR didepan ratusan warga Kelurahan Pasar Manggis dan Menteng Atas, Kecamatan Setia Budi, Jakarta, 1 April 2019. (dok MPR RI)

    Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) Sosialisasi Empat Pilar MPR didepan ratusan warga Kelurahan Pasar Manggis dan Menteng Atas, Kecamatan Setia Budi, Jakarta, 1 April 2019. (dok MPR RI)

    INFO NASIONAL-- Mengawali Sosialisasi Empat Pilar MPR, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mengajak ratusan warga Kelurahan Pasar Manggis dan Menteng Atas, Kecamatan Setia Budi, menyanyi lagu ‘Mars Hari Merdeka’ dan ‘Syukur’.
     
    Sebelum menyanyikan lagu yang biasa diperdengarkan dalam peringatan hari Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus, HNW mengatakan bahwa lagu itu merupakan ciptan Husein Muttahar. “Ia adalah seorang habib, ulama,” ujarnya dihadapan para warga, di Jakarta, 1 April 2019.
     
    Mengingat lagu itu diciptakan seorang ulama, menurut HNW membuat saat menyanyikan semakin menghayati, bergemuruh, serta membuat semakin mencintai Indonesia. Dikatakan, peran ulama kepada bangsa dan negara tidak hanya itu. Diceritakan, pada 22 Juni 1945, bangsa Indonesia memiliki Pancasila seperti yang ada dalam ‘Piagam Jakarta’.
     
    Namun pada 18 Agustus 1945, ada kalangan yang tidak sependapat dengan Sila I. Keberatan itu disampaikan kepada Wakil Presiden Mohammad Hatta. Hatta pun melobby tokoh-tokoh ummat Islam yang menjadi Panitia 9 agar tujuh kata dalam Sila I Pancasila dihilangkan.
     
    Lobby itu diterima dengan baik oleh para ulama, tujuh kata dihilangkan sehingga Sila I Pancasila seperti yang sekarang tertera. “Demi persatuan, dengan kebesaran hati ummat Islam, Pancasila selamat dan Indonesia tidak bubar,” ujarnya.  
     
    Dari paparan di atas, alumni Pondok Pesantren Gontor itu menyebut hal demikianlah yang merupakan salah satu alasan mengapa Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dilakukan. “Sekarang ada yang mempertentangkan Pancasila dengan ummat Islam”, ucapnya.
     
    Mempertentangkan Pancasila dan ummat Islam menurut HNW tidak tepat sebab negeri ini ada juga berkat perjuangan para ulama dan ummat Islam. Dengan memaparkan peran ulama dan ummat Islam dalam sejarah bangsa, maka tuduhan yang selama ini dialamatkan kepada ummat Islam yang anti NKRI menjadi tidak benar.
     
    Lebih lanjut dikatakan, dengan memaparkan sejarah peran ulama, juga diharapkan akan semakin menambah kecintaan ummat Islam pada bangsa dan negara. “Untuk itu ummat Islam perlu mengerti sejarah bangsa agar mencintai Indonesia”, tuturnya.
     
    Ini penting sebab menurutnya Pancasila sekarang mendapat tantangan dari budaya dan ideologi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai ke-Indonesia-an. “Ada yang mengaku saya Pancasila tetapi perilakunya tidak pancasilais,”  ungkapnya. Tantangan seperti inilah menurut HNW perlu dijawab oleh semua.
     
    Meski dalam kesempatan tersebut pria asal Klaten, Jawa Tengah, itu meluruskan tuduhan yang tidak tepat yang diarahkan kepada ulama dan ummat Islam namun dirinya juga mengakui ada sebagaian ummat yang suka membidahkan dan mengkafirkan. “Demokrasi disebut bidah,” paparnya. Anggapan demokrasi, sekolah, radio, televisi, dan sesuatu yang tidak ada pada zaman Nabi disebut sebagai bidah ditepis oleh HNW.
     
    “Demokrasi, sekolah, dan lainnya adalah wasilah, sebagai sarana”, ungkapnya. “Dengan menggunakan wasilah, kita bisa membuat kemaslahatan ummat”, ujarnya. Dengan menampilkan kemaslahatan maka akan menjauhkan hal-hal yang merugikan. (*)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.