Amien Rais Ancam People Power, Jokowi: Jangan Menakuti Rakyat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kanan) mengunjungi posko pengungsian korban banjir Sentani di GOR Toware, Jayapura, Papua, Senin 1 April 2019. Ratusan warga terdampak banjir terpaksa masih bertahan di pengungsian karena rumah mereka rusak parah. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kanan) mengunjungi posko pengungsian korban banjir Sentani di GOR Toware, Jayapura, Papua, Senin 1 April 2019. Ratusan warga terdampak banjir terpaksa masih bertahan di pengungsian karena rumah mereka rusak parah. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi menyayangkan sikap Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Amien Rais, yang mengancam bakal mengerahkan massa untuk turun ke jalan (people power) jika terbukti terjadi kecurangan di pemilihan presiden atau pilpres 2019.

    Baca: Jokowi Targetkan 80 Persen Suara di Papua Barat

    "Jangan ginilah. Jangan menekan-nekan dengan cara menakut-nakuti rakyat, pemerintah. Semuanya ada mekanismenya. Ada undang-undangnya ada aturan hukumnya," ujar Jokowi usai berkampanye di Aimas Convention Center Kabupaten Sorong, Papua Barat pada Senin malam, 1 April 2019.

    Jokowi mengatakan, kalau ada yang mendengar kecurangan dalam penyelenggaraan pemilu, maka dipersilakan melapor ke Bawaslu. "Kan ada mekanismenya. Pemilu-nya aja belum, kok sudah teriaknya seperti itu," ujar dia.

    Bagi Jokowi, pemilu adalah pesta demokrasi yang harusnya disambut dengan senang gembira. "Jadi, jangan menakut-nakuti orang yang sedang gembira," ujar dia.

    Istilah people power dilontarkan Amien Rais pada Ahad, 31 Maret 2019 saat aksi 313 di depan kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta. Aksi 313 ini digelar untuk menuntut agar KPU menjalankan pemilihan umum 17 April 2019 dengan jujur dan adil.

    Amien mengatakan memilih people power ketimbang menggugat hasil pilpres ke Mahkamah Konstitusi. Sebab, bekas Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat ini mengaku tak percaya dengan MK. "Kalau kami memiliki bukti adanya kecurangan sistematis dan masif, saya akan mengerahkan massa untuk turun ke jalan, katakanlah Monas, dan menggelar people power," kata Amien di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta, Senin, 1 April 2019.

    Amien dan BPN Prabowo-Sandiaga tengah mempersoalkan daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019. BPN mengklaim menemukan 17,5 juta DPT bertanggal lahir sama di 1 Juli, 31 Desember, dan 1 Januari.

    BPN juga menyatakan menemukan ada sekitar 304.782 DPT berusia di atas 90 tahun, 20.475 DPT berusia di bawah 17 tahun, Kartu Keluarga manipulatif sebanyak 41.555 KK, data invalid sebanyak 18.832.149, dan data ganda sebanyak 6.169.895.

    Simak juga: Jokowi Dicegat 6 Kali saat Menuju Lokasi Kampanye di Sorong

    Data ini telah beberapa kali dilaporkan ke KPU, terakhir pada Jumat pekan lalu, 29 Maret 2019. Amien mendesak data pemilih itu segera dibenahi. Amien juga tak menjelaskan lebih lanjut rencana aksi people power yang dia lontarkan itu. "Pokoknya tunggu dulu, jadi saya tidak berandai-andai, semoga tidak ada kecurangan," kata Amien Rais saat ditanya berapa orang yang bakal dia kerahkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.