Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Anggota JAD di Bandung

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anggota teroris. shutterstock.com

    Ilustrasi anggota teroris. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap WP, terduga teroris WP alias Sahid di rumah kontrakannya di Desa Bojongmalaka, Kabupaten Bandung, pekan lalu, Kamis, 28 Maret 2019. WP alias Sahid adalah anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bandung.

    "Yang bersangkutan masih berkaitan dengan kelompok teroris yang ditangkap di Sibolga, Sumatera Utara," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan pada Senin, 1 April 2019

    Baca: Densus 88 Tangkap Seorang Terduga Teroris di Kalimantan Timur

    Kelompok WS alias Sahid ini telah siap melakukan aksi “amaliah” di Jombang, Jawa Timur. Kelompok ini pun telah menyiapkan aksi itu dengan kata sandi “kuda-kuda telah siap”, namun terhalang oleh dana. Saat ditangkap, WS alias Sahid mengaku masih mengumpulkan dana untuk melakukan aksi amaliah itu.

    Selain Sahid, kata Dedi, polisi sedang memburu enam sampai delapan terduga teroris anggota JAD Bandung yang berkolaborasi dengan jaringan Sibolga lainnya. Rencana pengejaran Densus akan di wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur karena mereka berencana melakukan aksi “amaliah” di daerah itu.

    Baca: Anak Terduga Teroris Ikut Tewas saat Ibunya ...

    Sahid dan anggota kelompok lainnya yang sedang dalam pengejaran tim Densus 88 membobol ATM untuk mendanai aksi “amaliah” itu. Mobil pengisi ATM jadi target mereka. “Otak dari aksi itu A, bagian dari 6-8 orang yang diburu Densus,” kata Dedi.

    Dengan ditangkapnya WS alias Sahid, tim Densus 88 telah menangkap 11 tersangka teroris anggota jaringan Sibolga.
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.