Satgas Anti Mafia Sepak Bola Periksa 3 Pejabat Tinggi PT LIB

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo saat menggelar konferensi pers insiden penembakan Sulawesi Tengah, di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan pada Senin, 31 Desember 2018 (Andita Rahma)

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo saat menggelar konferensi pers insiden penembakan Sulawesi Tengah, di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan pada Senin, 31 Desember 2018 (Andita Rahma)

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Tugas alias Satgas Anti Nafia Sepak Bola Polri mengagendakan pemeriksaan terhadap tiga orang petinggi Liga Indonesia Baru (LIB), hari ini, 1 April 2019. Ketiganya diperiksa terkait pengembangan kasus kecurangan pengaturan skor di pertandingan liga 2, antara PSS Sleman vs Madura FC.

    Berita terkait: Polri Targetkan Kasus Mafia Bola Tuntas 2-3 Bulan Ke Depan

     

    Mereka yang akan diperiksa ini adalah Direktur Utama PT LIB Berlinton Siahaab, Direktur Eksekutif PT LIB Risha Adi Wijaya, dan Direktur Operasional PT LIB Tigor Shalom Boboy. "Ketiganya sudah hadir dan sekarang masih diperiksa di Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan pada Senin, 1 April 2019.

    Sebelumnya, Dedi mengatakan akan memeriksa 22 orang terkait kasus pengaturan skor di kompetisi liga 2 yang melibatkan mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Hidayat. Para saksi  itu terdiri dari berbagai kalangan dan terlibat langsung dalam pengaturan skor liga 2. 

    “Ya para pihak yang terkait masalah match fixing di liga 2, baik itu perangkat pertandingan, manajemen tim, dan pemain,” kata Dedi. Rencananya, ke-22 orang itu akan diperiksa selama April 2019 ini.

    Satgas Antimafia Bola Polri tak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru untuk kasus tersebut. Namun, “Sementara ini masih fokus kepada tersangka-tersangka yang sudah ada saat ini," ucap Dedi.

    Satgas Antimafia Bola Polri telah menetapkan 16 orang sebagai tersangka. Dedi pun menargetkan bisa menuntaskan kasus ini dalam kurun waktu dua sampai tiga bulan ke depan. "Diharapkan selesai sebelum waktu deadline enam bulan yang diberikan Pak Kapolri," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?