UNBK, Siswa Anggap Ujian Bahasa Indonesia Tidak Menyulitkan

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Atas (SMA) 70 Bulungan, Jakarta, Senin, 1 April 2019. ANTARA

    Siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Atas (SMA) 70 Bulungan, Jakarta, Senin, 1 April 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa siswa sekolah menengah atas menyatakan bahwa soal bahasa Indonesia dalam Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari ini, Senin, 1/04, tidak terlalu sulit. Kalangan Siswa SMA Negeri 38 Jakarta, misalnya,  materi yang diujikan cenderung dapat dikuasai.

    Berita terkait: Hari Ini UNBK SMA, Sebagian Masih Gunakan Kertas dan Pensil

    Nggak susah, (meski) jawabannya ada yang rancu. Saya yakin bisa, tapi nggak yakin semua (benar),” kata salah satu siswi SMAN 38 Jakarta Lutfia Handayani di Jakarta, Senin.

    Siswi lainnya, Syifa Sarah meyakini ia mampu meraih nilai standar minimal dari ujian mata palajaraan Bahasa Indonesia ini. Namun dia tetap berharap bisa mendapat nilai lebih tinggi.

    SMA Negeri 38 Jakarta telah melakukan simulasi UNBK pada empat mata pelajaran yang diujikan sebelumnya beberapa waktu lalau. Tujuannya adalah untuk mengecek kelancaran jaringan internet dan mengantisipasi masalah teknik lainnya.

    Handayani berharap untuk ujian mata pelajaran Matematika esok ia dapat mengerjakan seperti hari ni. “(Semoga) tidak terlalu sulit seperti yang dikeluhkan para siswa pada ujian nasional tahun lalu.”

    Handayani dan Syifa berpendapat wacana peniadaan pelaksanaan ujian nasional yang ramai diperbincangkan beberapa waktu lalu hanya dapat diterapkan untuk SMA. Sebab ujian itu untuk mengukur indeks prestasi sekolah, khususnya untuk SD dan SMP yang dapat digunakan buat mengikuti seleksi sekolah di tingkat selanjutnya.

    Sementara untuk SMA, kata dia, nilai UN tidak berpengaruh pada seleksi perguruan tinggi, karena harus mengikuti ujian tersendiri. Handayani setuju jika ujian nasional ditiadakan, tetap tetap ada evaluasi tahap akhir seperti yang disebutkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.