Sandiaga Uno Matikan Lampu Saat Nobar Debat Capres

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandiaga Uno nonton bareng debat capres keempat di Rumah Siap Kerja, Jalan Wijaya I No. 26, Jakarta Selatan. Ryan Dwiky/Tempo

    Sandiaga Uno nonton bareng debat capres keempat di Rumah Siap Kerja, Jalan Wijaya I No. 26, Jakarta Selatan. Ryan Dwiky/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden Sandiaga Uno memperingati 'Earth Hour' saat nonton bareng debat capres keempat di Rumah Siap Kerja, Jalan Wijaya I Nomor 26, Jakarta Selatan, Sabtu, 30 Maret 2019. Saat jarum jam tepat menunjukkan pukul 20.30 WIB, semua lampu dan layar lebar yang awalnya digunakan nobar dimatikan oleh pihak panitia di Rumah Siap Kerja.

    Baca: Dituduh Larang Tahlil dan Dukung Khilafah, Prabowo: Sungguh Kejam

    Sandiaga pun melanjutkan nobar dengan cara live streaming melalui layar ponselnya. Para hadirin yang kebanyakan merupakan generasi milenial juga turut melanjutkan nonton debat capres melalui ponsel masing-masing.

    Sekitar setengah jam sebelum tiba di Rumah Siap Kerja, Sandiaga sempat mengabarkan wacananya memperingati Earth Hour pada wartawan di Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ia berujar peringatan 'Earth Hour' ini merupakan komitmennya untuk turut berperan aktif mengantisipasi global warming alias pemanasan global.

    "Nanti pas nobar kita mau peringati Earth Hour. 1 jam lampu semua dimatikan," kata Sandiaga saat di Kertanegara. "Bayangkan, saya kampanye di Cilegon suhunya sampai 37 derajat Celcius. Jadi global warming merupakan concern kita bersama," lanjut dia.

    Baca: Prabowo Singgung Jual Beli Jabatan di Debat Capres

    Saat ini, debat capres keempat antara calon presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan Prabowo tengah berlangsung di hotel Shangri-La, Jakarta. Keduanya akan mengusung tema pertahanan dan keamanan, ideologi, dan hubungan luar negeri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.