Seruan Lebaran di TPS, PBNU Minta Jangan Pengaruhi Pemilih

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama, Robikin Emhas saat menjawab pertanyaan di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Pusat, Jumat, 14 Juli 2017. TEMPO/Irsyan

    Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama, Robikin Emhas saat menjawab pertanyaan di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Pusat, Jumat, 14 Juli 2017. TEMPO/Irsyan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Robikin Emhas, mendukung seruan agar rakyat berbondong-bondong ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk menggunakan hak pilihnya saat pemilihan presiden nanti. Syaratnya, kata dia, kehadiran itu demi mensukseskan hajatan politik lima tahunan ini supaya berjalan wajar dan memenuhi prinsip pemilu yang langsung, bersih, jujur, dan adil.

    Baca: Prabowo dan Ajakan Lebaran di TPS

    Menurut Robikin, upaya kandidat pilpres untuk meraih dukungan calon pemilih sudah harus selesai saat memasuki hari tenang. Karena itu, seruan untuk berbondong-bondong ke TPS jangan ditujukan untuk mempengaruhi pemilih.

    "Bukan dimaksudkan untuk mempengaruhi kebebasan calon pemilih menggunakan hak pilihnya, apalagi untuk mengintimidasi secara psikologis agar calon pemilih memilih pasangan calon tertentu," kata Robikin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 30 Maret 2019.

    Robikin menegaskan pentinya memastikan setiap pemilih dapat menggunakan hak pilih secara bebas. Sebab, hal itu sama pentingnya dengan memastikan tidak adanya suara rakyat yang hilang setelah hak pilih digunakan.

    Baca: Prabowo: 17 April Jaga TPS, Bawa Lontong dan Ketupat

    Ia menambahkan, upaya mewujudkan pilpres yang damai dan bermartabat menjadi tugas setiap warga negara termasuk para calon presiden. "Jangan ada yang mendelegitimasi proses penyelenggaraan pemilu," tuturnya.

    Ia menuturkan, sebagai pesta demokrasi, pemilihan presiden seharusnya disambut gembira. Sikap seperti itu tidak hanya menjadi pedoman bagi penyelenggara pemilu, tetapi juga oleh kontestan dan rakyat sebagai pemilik kedaulatan.

    Sebelumnya, kedua kubu kandidat calon presiden 2019, Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, sama-sama mengajak para pendukungnya untuk datang berbondong-bondong ke TPS. Kedua pihak sampai menyarankan agar menggunakan pakaian tertentu sebagai simbol dukungan.

    Baca: Prabowo Ajak Lebaran di TPS, Ma'ruf Amin: Lebaran di Masjid

    Bahkan, calon presiden Prabowo Subianto menyerukan istilah 'lebaran' di TPS. "Masih mau dicurangi atau tidak? Kalau tidak, 17 April jaga TPS. Bawa lontong, bawa ketupat, bawa sarung, bawa tikar kita lebaran di TPS. Yang punya makanan berbagi dengan yang tidak punya. Hari itu rakyat harus menang," kata Prabowo di Karawang, Jumat, 29 Maret 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.