KPK Sita Uang Rupiah dan Dolar dalam OTT Kasus Distribusi Pupuk

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara KPK Febri Diansyah, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, 7 Februari 2018. KPK secara resmi menetapkan anggota DPR dari Fraksi PKS, Yudi Widiana Adia, sebagai tersangka dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang sebesar Rp. 20 miliar terkait kasus suap proyek di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. TEMPO/Imam Sukamto

    Juru bicara KPK Febri Diansyah, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, 7 Februari 2018. KPK secara resmi menetapkan anggota DPR dari Fraksi PKS, Yudi Widiana Adia, sebagai tersangka dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang sebesar Rp. 20 miliar terkait kasus suap proyek di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan terkait kasus korupsi distribusi pupuk pada Rabu, 27 Maret 2019. Dalam operasi itu, KPK menyita uang dalam bentuk rupiah dan dolar Amerika Serikat dalam operasi tersebut.

    Simak: KPK Lakukan OTT di Jakarta 

    "Ada uang juga diamankan sebagai barang bukti oleh tim, dalam pecahan rupiah dan dolar Amerika, " kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, di kantornya, Kamis dini hari, 28 Maret 2019.

    Febri menuturkan KPK melakukan operasi senyap itu di Jakarta sejak sore. KPK, kata dia, menerima informasi dari masyarakat tentang adanya dugaan penyerahan uang melalui perantara.

    Dari operasi itu, KPK menangkap 7 orang. Tujuh orang tersebut terdiri dari unsur direksi Badan Usaha Milik Negara, pihak swasta dan pengemudi. Ketujuh orang itu kini tengah diperiksa di Gedung KPK, namun KPK belum menyebutkan identitas mereka.

    KPK menduga penyerahan uang tersebut terkait dengan distribusi pupuk mengunakan kapal. "Tentu saja pihak-pihak yang diamankan ini, adalah mereka yang terkait dengan produksi dan distribusi pupuk tersebut," kata Febri. Febri mengatakan KPK akan menjelaskan detail kasus ini dalam konferensi pers yang akan digelar besok.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.