Sekjen Kemenag Sebut Khofifah Tidak Terlibat Jual Beli Jabatan

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri) berbincang dengan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak (kanan) dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono (tengah) saat meninjau ruang kerja di kompleks Kantor Gubernur Jatim di Surabaya, Jawa Timur, Jumat 15 Februari 2019. ANTARA FOTO/Moch Asim

    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri) berbincang dengan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak (kanan) dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono (tengah) saat meninjau ruang kerja di kompleks Kantor Gubernur Jatim di Surabaya, Jawa Timur, Jumat 15 Februari 2019. ANTARA FOTO/Moch Asim

    TEMPO.CO, Jakarta-Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nur Kholis Setiawan membantah keterlibatan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam penunjukkan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanudin.

    Menurutnya penunjukkan Haris Hasanuddin sudah berdasarkan aturan. "Enggak ada, kami bekerja sesuai aturan ya," kata Nur Kholis di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu, 27 Maret 2019.

    Baca: Soal Jual-Beli Jabatan, Khofifah: Masak Wajah Saya Wajah Suap

    Nur Kholis menyampaikan sanggahannya itu seusai diperiksa KPK dalam kasus dugaan jual-beli jabatan di Kemenag. Dia diperiksa selaku Ketua Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Kemenag. Dalam kasus itu, KPK menetapkan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy alias Romy sebagai tersangka.

    KPK menyangka Romy menerima Rp 250 juta dari  Haris Hasanuddin dan Rp 50 juta dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi untuk mempengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemenag. Haris dan Muafaq ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

    Saat diperiksa KPK pada 22 Maret 2019, Romy membantah keterlibatannya dalam kasus itu. Dia mengatakan hanya menyampaikan aspirasi untuk mendorong Haris menjadi Kakanwil Kemenag. Rekomendasi untuk Haris, kata dia, salah satunya disampaikan oleh Khofifah. "Mas Romy, percayalah dengan Haris, karena Haris ini orang yang pekerjaannya bagus," kata Rommy menirukan Khofifah.

    Khofifah sendiri telah membantah keterlibatannya dalam kasus itu. Dia malah balik bertanya kepada wartawan apakah wajahnya termasuk wajah-wajah orang yang suka menyuap dan disuap. "Rek wajahku iki lo rek mosok onok wajah suap, wajah disuap, ya nggak?" kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.