Permudah Sertifikat Halal, Jabar Bentuk Konsorsium Halal Center

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (tengah) saat menghadiri deklarasi Konsorsium Halal Center di ruang Bale Pasundan Kantor Perwakilan Bank Indoensia Jawa Barat, Selasa  26 Maret 2019.

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (tengah) saat menghadiri deklarasi Konsorsium Halal Center di ruang Bale Pasundan Kantor Perwakilan Bank Indoensia Jawa Barat, Selasa 26 Maret 2019.

    INFO JABAR-- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau para pelaku usaha memastikan produk yang dipasarkannya bersertifikat halal. Menurut Gubernur, pengurusan sertifikasi halal di Jawa Barat kini cepat dan mudah karena telah dibentuk Konsorsium Halal Center.

    "Kalau kesulitan hubungi konsorsium ini untuk difasilitasi kemudahannya. Setelah itu silakan berbisnis sesuai yang diinginkan," kata Ridwan Kamil usai penandatanganan deklarasi Konsorsium Halal Center di ruang Bale Pasundan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jabar, Selasa, 26 Maret 2019.

    Deklarasi tersebut merupakan komitmen konsorsium dalam mewujudkan Jabar sebagai pionir provinsi halal di Indonesia. Konsorsium  beranggotakan para pemerhati, akademisi, peneliti, pelaku atau unit bisnis halal, pusat kajian halal, lembaga pemeriksa halal dan MUI.

    Emil, sapaan Gubernur, berharap, dengan terbentuknya konsorium pelayanan terkait sertifikasi produk halal bisa lebih cepat. "Seluruh masyarakat akan tenang, aman dan nyaman bahwa produknya didukung oleh sistem dan dipastikan yang dikonsumsi dan beredar adalah barang halal," ucapnya.

    Emil menuturkan, Jawa Barat kembali selangkah lebih maju, menjadi provinsi percontohan dalam peradaban Islam khususnya tentang pelayanan sertifikasi halal. "Hari ini satu langkah maju kita hadirkan yaitu Jabar sedang bergerak menjadi percontohan dalam peradaban Islam," ujarnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.