Hidayat Nur Wahid: Pemilu, Sarana Melanjutkan Perjuangan Ulama

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR RI Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid MA,  saat menyampaikan sosialisasi empat Pilar MPR di Aula Masjid Al Falah,  Mampang Jakarta Selatan  Senin malam. 25 Maret 2019.

    Wakil Ketua MPR RI Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid MA, saat menyampaikan sosialisasi empat Pilar MPR di Aula Masjid Al Falah, Mampang Jakarta Selatan Senin malam. 25 Maret 2019.

    INFO NASIONAL -- Diskusi dua arah menjadi ciri khas Wakil Ketua MPR RI Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid MA,  saat menyampaikan sosialisasi empat Pilar MPR. Demikian pula saat politisi kelahiran Prambanan Jawa Tengah itu memberikan materi sosialisasi Empat Pilar, kerjasama MPR dengan Yayasan Berkah Mulia Indonesia  di Aula Masjid Al Falah, jl. Mampang Prapatan I RT 05/06 Mampang Jakarta Selatan  Senin (25/3), malam.

    Pada kesempatan itu, Hidayat menanyakan peran ulama dalam menyelamatkan Pancasila dan NKRI. Berkali-kali para peserta mencoba menjawab tanya tersebut, tapi hingga peserta kelima tidak  ada satupun yang bisa menjawab dengan sempurna, sampai akhirnya, Hidayat pun menjawab sendiri pertanyaan yang diajukannya.

    Di hadapan Masyarakat Mampang dan sekitarnya, Hidayat antara lain mengatakan, dalam sejarahnya bangsa  Indonesia sudah dua kali memproklamirkan kemerdekaan nya. Masing 17 Agustus 1945 dan 17 Agustus 1950. Pada 1945, Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya   dari penjajahan Belanda. Sedangkan pada 1950, proklamasi bangsa Indonesia, itu menandai kembalinya bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena sebelumnya, NKRI yang dihasilkan oleh proklamasi  17 Agustus 1945 sudah berubah menjadi Republik Indonesia Serikat.

    "Ini adalah momentum yang tidak bisa dilupakan begitu saja  olah bangsa Indonesia khususnya umat Islam. Karena kembalinya NKRI waktu itu menandai runtuhnya RIS. Kembalinya NKRI, itu diprakarsai oleh Moh. Natsir Ketua Fraksi Parta Masyumi," ujar Hidayat.

    Selain Natsir, kata Hidayat masih banyak perjuangan ulama yang dilakukan ulama untuk bangsa dan negara Indonesia. Seperti Resolusi Jihad yang dikumandangkan KH. Hasyim Asy'ari, serta H. Mutahar pencipta lagu 17 Agustus dan Syukur.

    "Saat ini kita punya tanggung jawab meneruskan perjuangan para ulama. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah,  ikut serta dalam pemilu, karena melalui pemilu kita dapat menentukan  pemimpin kita dan juga masa depan bangsa," kata Hidayat.

    Karena itu Hidayat mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pemilu dengan sebaik-baiknya. Jangan golput, dan pilihlah calon-calon terbaik, yang dikenali kualitasnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.