Mendikbud : UNBK Sudah Hapus 99 Persen Praktik Kecurangan

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswa kelas XII mengerjakan soal Bahasa Indonesia saat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 6, Surabaya, Jawa Timur, Senin, 25 Maret 2019. Sebanyak 231.625 siswa dari 294 SMK Negeri dan 1.645 sekolah swasta di Jawa Timur mengikuti Ujian Nasional. ANTARA

    Sejumlah siswa kelas XII mengerjakan soal Bahasa Indonesia saat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 6, Surabaya, Jawa Timur, Senin, 25 Maret 2019. Sebanyak 231.625 siswa dari 294 SMK Negeri dan 1.645 sekolah swasta di Jawa Timur mengikuti Ujian Nasional. ANTARA

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meyakini pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer atau UNBK saat ini telah berhasil menghapuskan hampir sekitar 99% praktik kecurangan yang dulu biasa terjadi.

    “Dulu praktik kecurangan sangat sistemik dan terstruktur, namun sekarang dengan UNBK yang telah berjalan empat tahun ini telah berhasil menghapus hampir 99 % praktek curang dan ketidakjujuran itu,” ujar Muhadjir di Yogyakarta Senin 25 Maret 2019.

    Muhadjir menuturkan dengan tingkat kepercayaan UNBK yang sangat tinggi dan bebas dari praktek kecurangan ini, dampaknya sangat positif. Peserta didik menjadi sangat percaya diri menjalani ujian yang digelar. “Siswa jadi gembira, nyaman, karena apa yang mereka lakukan itu akan mendapatkan pengakuan dari publik atau pihak yang kelak memanfaatkan hasil ujian nasional mereka,”ujar dia.  

    Dengan sistem UNBK saat ini, Muhadjir menuturkan variasi soal bisa dilakukan dan dibuat berbeda-beda satu sama lain. Sehingga kualitas ujian nasional pun menjadi lebih terjaga selain terpercaya. "Karena ujian nasional dijamin kejujurannya. Kami memang fokus pada kejujuran dulu, baru secara bertahap dibenahi aspek kualitas ujian nasional," ujarnya.

    Mulai Senin, 25/3, kemairn  sebanyak 1.524.104 murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mengikuti Ujian Nasional.

    Ujian Nasional tingkat SMK berlangsung 25 Maret hingga 28 Maret, dan mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan Teori Kejuruan. Hingga 99,5 persen ujian nasional tingkat SMK dilakukan berbasis komputer.

    PRIBADI WICAKSONO (Yogyakarta)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.