Polri Terus Kejar Kelompok Teroris Meski ISIS Kalah

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo saat menggelar konferensi pers insiden penembakan Sulawesi Tengah, di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan pada Senin, 31 Desember 2018 (Andita Rahma)

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo saat menggelar konferensi pers insiden penembakan Sulawesi Tengah, di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan pada Senin, 31 Desember 2018 (Andita Rahma)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri akan terus mengejar kelompok teroris yang terafiliasi ISIS meski Pasukan Demokratik Suriah (SDF) telah menyatakan ISIS kalah.

    Baca: Polri Makamkan Terduga Teroris yang Bunuh Diri di TPU Tanah Kusir

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menyebut, Densus 88 Antiteror masih memonitor semua jaringan kelompok teroris yang terafiliasi dengan ISIS di Indonesia.

    "Selain itu, tim juga masih melakukan profiling dan melaksanakan upaya mitigasi dengan melaksanakan preventif strike guna mengantisipasi aksi terorisme secara lone wolf," ujar Dedi di kantornya, Jakarta Selatan, pada Senin, 25 Maret 2019.

    Dedi menuturkan, pihaknya juga fokus memantau kelompok teroris yang berada di sleeping cell atau sel tidur. Sebab, mereka dapat melakukan aksi amaliyah dan menyerang Polri secara mendadak serta menimbulkan korban.

    Seperti diketahui, Pasukan Demokrat Suriah (SDF) yang dipelopori milisi-milisi Kurdi mengumumkan ISIS telah dikalahkan dari wilayah terakhirnya di Baghouz, Suriah, pada akhir pekan lalu. Operasi militer milisi SDF mengakhiri kekuasaan ISIS di tanah Irak dan Suriah.

    ISIS yang mendeklarasikan kekhalifahan pada 2014 menguasai wilayah Irak dan Suriah. Belakangan wilayah mereka semakin menyusut dan terakhir adalah Baghouz, kota kecil Suriah di tepi sungai Eufrat.

    Baca: Banjir Bandang Hoaks, Simak Dua Cara Polri Menanganinya

    Namun, kekalahan di Baghouz tidak menjamin teror mereka selesai. Sejumlah milisinya masih tersebar di gurun Suriah tengah dan kota-kota Irak, menunggu bangkit atau melakukan teror bawah tanah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.