Dirut PT Krakatau Steel Belum Tahu Proyek yang Diduga Dikorupsi

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim dalam konferensi pers terkait operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi di Gedung Krakatau Steel, Jakarta, Ahad, 24 Maret 2019. TEMPO/Rosseno Aji

    Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim dalam konferensi pers terkait operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi di Gedung Krakatau Steel, Jakarta, Ahad, 24 Maret 2019. TEMPO/Rosseno Aji

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan belum mengetahui proyek perusahaan yang diduga dikorupsi oleh salah satu direkturnya. Dia mengatakan saat ini perusahaan masih menyelidikinya.

    Baca: Jadi Tersangka, Begini Rekam Jejak Direktur Krakatau Steel

    "Kami sudah cari apa yang kira-kira Rp 24 miliar dan yang sehubungan itu tidak ada," kata dia di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Ahad, 24 Maret 2019.

    Meski begitu, Silmy mengatakan hal itu baru didapatkan dari pemeriksaan yang sekilas. Dia menambahkan, perlu penyelidikan lebih lanjut sebab perencanaan proyek di perusahaannya telah diturunkan ke unit-unit perusahaan.

    Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel (Persero) Wisnu Kuncoro mengenakan rompi tahanan saat keluar dari gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Sabtu, 23 Maret 2019. Selain Wisnu, KPK menahan dua tersangka lainnya yaitu Presiden Direktur PT Grand Kartech Kenneth Sutardja, dan Alexander Muskitta selaku pihak swasta. ANTARA

    Silmy menyampaikan bahwa dari pemeriksaan terakhir dirinya belum menemukan proyek yang diduga dikorupsi. "Ini kan kami baru mendapat dari media. Yang disangkakan proyeknya adalah sebesar Rp 24 miliar. Terus kami cari apa yang kira-kira Rp 24 miliar dan yang sehubungan itu tidak ada," kata dia.

    Silmy berjanji akan memberi informasi bila mengetahui proyek yang diduga dikorupsi. "Kami sendiri cukup terkejut karena kami sedang fokus mengerjakan proyek," kata dia.

    Dalam perkara ini, KPK menetapkan Direktur Teknik dan Produksi PT Krakatau Steel Wisnu Kuncoro menjadi tersangka penerima suap bersama seorang pengusaha, Alexander Muskitta terkait proyek di perusahaannya. KPK menyebut proyek itu bernilai Rp 2,4 miliar dan Rp 24 miliar.

    Baca: Direktur Terkena OTT, Krakatau Steel Akan Kooperatif

    KPK menyangka Wisnu dan Alexander menerima komitmen imbalan sebesar 10 persen dari total nilai proyek dari Kenneth Sutardja dari PT Grand Kartech dan Kurniawan Eddy Tjokro alias Yudi Tjokro dari Group Tjokro selaku kontraktor.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.