Mahyudin Ingatkan Kontestan Pemilu Serentak 2019 Tidak Bawa Isu SARA

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR RI Mahyudin saat memberikan sambutan di hadapan sekitar 300 lebih masyarakat Desa Kutai Lama peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, kerja sama MPR dengan OKP Sakti,  Minggu,  24 Maret 2019.

    Wakil Ketua MPR RI Mahyudin saat memberikan sambutan di hadapan sekitar 300 lebih masyarakat Desa Kutai Lama peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, kerja sama MPR dengan OKP Sakti, Minggu, 24 Maret 2019.

    INFO NASIONAL - Kampanye terbuka Pemilu Serentak 2019 dimulai hari ini. Dua kubu capres hingga parpol dan para caleg telah menyiapkan berbagai strategi khusus menghadapi kampanye terbuka ini.

    Wakil Ketua MPR RI Mahyudin mengingatkan dan berharap agar para kontestan Pemilu Serentak 2019, tidak mengusik atau membawa-bawa isu SARA yang berpotensi memecah belah bangsa dalam materi-materi serta strategi-strategi kampanye terbuka.

    Tim-tim kampanye para kontestan, lanjut Mahyudin, harus lebih cerdas mengolah dan menjual ide-ide serta gagasan-gagasan kepada masyarakat Indonesia, jangan malah membodohi-bodohi masyarakat.

    "Semua harus memberikan pembelajaran politik yang baik dan cerdas kepada masyarakat, supaya masyarakat kita menjadi lebih luas wawasannya dan lebih cerdas dalam berkehidupan berpolitik, berbangsa dan bernegara," kata Mahyudin usai memberikan sambutan di hadapan sekitar 300 lebih masyarakat Desa Kutai Lama peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, kerja sama MPR dengan OKP Sakti, Minggu, 24 Maret 2019. Acara ini juga dihadiri anggota MPR RI Fraksi Golkar Popong Otje Djunjunan, Dosen Universitas Mulawarman Samarinda Wingkolatin, Ketua Adat Anggana Abdul Munir, Camat Anggana Norhairi, Kepala Desa Kutai Lama Nurdin, serta Pimpinan dan anggota OKP Sakti, di dermaga Kutai Lama, Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara.

    Berbicara soal Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada masyarakat Kutai Lama, Mahyudin menerangkan bahwa Sosialisasi adalah kegiatan dan program MPR RI sesuai dengan perintah serta amanah UU terutama UU No.17 Tahun 2014 atau UU MD3.

    "Sosialisasi ini untuk seluruh masyarakat Indonesia. Sosialisasi tidak hanya sebatas di perkotaan saja, tapi sampai masuk ke pelosok-pelosok daerah hingga kecamatan dan desa," ujarnya.

    Dari setiap gelaran sosialisasi, Mahyudin sangat mengapresiasi masyarakat desa di Indonesia termasuk desa Kutai Lama, sangat menyambut antusias dengan respon yang baik.

    "Harapan kami, nilai-nilai dalam Empat Pilar yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, bisa meresap dan merasuk di setiap jiwa masyarakat Indonesia, serta bisa menjadi perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari," katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.