Pesan Santri untuk Jokowi: Jangan Lupa Bahagia dan Jangan Ngambek

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat menghadiri acara silaturahmi dengan keluarga besar Pondok Pesantren Darussalam Timur Watucongol, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, 23 Maret 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Presiden Joko Widodo saat menghadiri acara silaturahmi dengan keluarga besar Pondok Pesantren Darussalam Timur Watucongol, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, 23 Maret 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Magelang - Presiden Joko Widodo atau Jokowi berkunjung ke Pondok Pesantren Salaf Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu, 23 Maret 2019. Dalam kunjungannya itu, Jokowi mendapat kejutan dari seorang santri yang membawakannya poster bertuliskan 'Jangan Lupa Bahagia' dan 'Ojo Nesu' (Jangan Ngambek).

    Seperti biasa, Jokowi mengajak salah satu santri untuk maju ke podium dan bicara dengannya. Saat itulah santri yang bernama Bisri Mustafa alias Bisma mengangkat posternya. Melihat aksi Jokowi, ia pun memanggil Bisma. "Ini apa? Kenapa berani nulis 'Jangan Lupa Bahagia? Untuk siapa?" Jokowi bertanya.

    Baca:Kampanye PDIP, Megawati Hadir Lewat Resep Nasi Goreng

    "Untuk kita semua, Pak. Khususnya panjenengan karena berkat panjenengan santri diakui," kata Bisma.

    Mendengar jawaban Bisma, Jokowi tersenyum. Ia menjelaskan pemerintah sejak 2018 telah menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri. "Itu pengakuan negara terhadap peran santri atas pembangunan di negara ini."

    Baca: Saat Jokowi Berbincang dengan Banser Wanita NU

    Akan halnya Bisma menjelaskan sengaja menulis pesan 'Jangan Lupa Bahagia' untuk mengingatkan hakikat manusia dilahirkan ke bumi. Menurut dia, manusia lahir untuk bahagia. "Bahagia itu taat ibadah kepada Gusti Allah, takzim kaleh pemerintah (hormat pada pemerintah), nderek kaleh masyayikh (taat pada ulama), dan selalu tersenyum dalam keadaan apapun," kata Bisma yang lagi-lagi membuat Jokowi dan para hadirin tertawa.

    Jokowi juga bertanya maksud tulisan 'Ojo Nesu' yang ditulis Bisma dalam posternya. "Nesu itu sifat yang tidak baik. Semua sesuatu kalau pakai emosi akan tidak baik dan memberikan mudarat buat orang lain," kata Bisma.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.