Polisi Sebut Anggota Kelompok Ali Kalora Tinggal 7 Orang

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi bersenjata berjaga di depan kamar jenazah tempat disemayamkannya tiga anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso di Rumah Sakit Bahayangkara Polri di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat, 22 Maret 2019. Kontak senjata tersebut terjadi di Dusun Air Teh,  Desa Marete, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Kamis sore, 21 Maret 2019. ANTARA/Basri Marzuki

    Polisi bersenjata berjaga di depan kamar jenazah tempat disemayamkannya tiga anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso di Rumah Sakit Bahayangkara Polri di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat, 22 Maret 2019. Kontak senjata tersebut terjadi di Dusun Air Teh, Desa Marete, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Kamis sore, 21 Maret 2019. ANTARA/Basri Marzuki

    TEMPO.CO, Jakarta - Markas Besar Polri menyebut jumlah anggota kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dipimpin Ali Kalora semakin berkurang. Dari 12 orang, saat ini tersisa tujuh orang.

    Baca: 3 Anggota Kelompok Ali Kalora Tewas dalam Baku Tembak

    "Dari 12 orang, yang tewas empat, lalu yang kami tangkap hidup satu orang. Jadi sekarang total sisa tujuh orang," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Sabtu, 23 Maret 2019.

    Selain itu, senjata yang digunakan oleh kelompok pimpinan Ali Kalora ini hanya tinggal tiga buah. "(Sisa senjatanya) tinggal satu laras panjang, dua senjata api laras pendek. Ali Kalora masih memegang dua, anggotanya di atas pegang satu senjata revolver," kata Dedi.

    Meski begitu senjata yang digunakan hanya tersisa tiga, Dedi menghawatirkan Ali Kalora cs justru membuat rakitan bom kelontong. "Tapi yang kami khawatirkan juga bukan senjatanya tapi bom lontong. Mereka cukup ahli merakit," kata dia.

    Dedi menjelaskan,  kelompok MIT dapat membuat bom kelontong dari sisa-sisa barang lama yang masih belum digunakan dalam melakukan aksi. Bahan bom kelontong serta bom yang sudah jadi, selalu dibawa saat melakukan perpindahan dari satu ke tempat lain.

    Dalam setiap penggerebekan yang dilakukan Satuan Tugas Tinombala, polisi selalu menyita bom kelontong. Baik yang melekat pada tubuh anggota maupun yang terletak di tempat penyimpan.

    Simak juga: Satgas Tinombala Temukan Tempat Singgah Ali Kalora di Hutan Poso

    Kelompok MIT diketahui pernah berjaya pada 2012 saat masih dipimpin Santoso. Saat itu, jumlah anggota MIT mencapai lebih dari 40 orang. Namun, setelah Santoso tewas tertembak dalam kontak senjata pada 18 Juli 2016, Ali Kalora menggantikannya. Di bawah kepimpinannya, anggota, senjata dan perbekalannya diketahui terus menyusut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.