Kasus Korupsi Hibah KONI, Menpora Imam Nahrawi Siap Dipanggil KPK

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Menteri Pemuda Olah Raga, Iman Nahrawi usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus dugaan suap dana hibah KONI, Kamis 24 Januari 2019. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan siap hadir memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika keterangannya dibutuhkan dalam kasus korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI 2018.

Baca juga: Jaksa Beberkan Daftar Penerima Suap KONI, Ada Nama Menpora

"Saya siap hadir, dan saya pernah hadir," kata Menpora Imam Nahrawi di kantornya, Jakarta Selatan pada Jumat, 22 Maret 2019. Ia juga tegas membantah tuduhan telah menerima uang Rp 1,5 miliar terkait kasus korupsi dana hibah KONI 2018.

"Saya pastikan saya tidak terlibat," kata Imam Nahrawi.

Sebelumnya, jaksa KPK membeberkan daftar pembagian dana hibah dari Kementerian Pemuda dan Olahraga sejumlah total Rp3,4 miliar yang dibuat oleh Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy. Di dalamnya terdapat pembagian yang disebut-sebut untuk Menpora Imam Nahrawi.

Daftar itu ditampilkan jaksa KPK saat memeriksa Sekretaris Bidang Perencanaan dan Anggaran KONI Suradi yang menjadi saksi untuk Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 21 Maret 2019. Ending didakwa menyuap Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana dan dua pegawai Kemenpora lain.

Kasus ini bermula dari penangkapan sejumlah pejabat Kemenpora dan KONI dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK pada Selasa, 18 Desember 2018. Setelah penangkapan itu, lembaga antirasuah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Dua di antaranya adalah Hamidy dan Bendahara Umum KONI Jhonny E. Awuy sebagai tersangka pemberi suap.

Tiga tersangka lain dari Kemenpora, yaitu Deputi IV Kemenpora Mulyana, pejabat pembuat komitmen di Kemenpora, Adhi Purnomo dan Staf Kementerian Kemenpora Eko Triyanto. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka penerima suap.

Baca juga: Saksi Sebut Sekjen KONI Daftarkan Rp 1,5 Miliar untuk Menpora

KPK menduga Adhi Purnomo dan Eko menerima suap sedikitnya Rp 318 juta dari pejabat KONI terkait penerimaan dana hibah dari pemerintah yang diberikan melalui Kemenpora. Sementara, KPK menyangka Mulyana menerima duit suap dalam kartu ATM sebanyak Rp 100 juta. KPK menduga sebelumnya Mulyana telah menerima 1 unit mobil Toyota Fortuner pada April 2018, Rp 300 juta pada Juni 2018 dari Jhonny E. Awuy dan 1 telepon genggam Samsung Galaxy Note 9 pada September 2018.

KPK mengungkapkan kasus ini berawal saat KONI mengajukan proposal permohonan untuk mendapatkan dana hibah ke Kemenpora pada tahun anggaran 2018. Lembaga antirasuah menduga pengajuan dan penyaluran dana hibah tersebut hanya akal-akalan dan tidak didasarkan pada kondisi sebenarnya. Sebab, ada dugaan telah ada kesepakatan antara Kemenpora dan KONI terkait pengalokasian imbalan sebesar 19,3 persen yakni Rp 3,4 miliar sebelum proposal diajukan.






Menpora Sebut Hasil Kerja TGIPF Tragedi Kanjuruhan Akan Diumumkan Secepatnya

7 jam lalu

Menpora Sebut Hasil Kerja TGIPF Tragedi Kanjuruhan Akan Diumumkan Secepatnya

Menpora Zainudin Amali menjamin TGIPF Tragedi Kanjuruhan akan bekerja profesional, independen dan transparan.


Menpora: Korban Tragedi Kanjuruhan Menggalami Iritasi Mata

12 jam lalu

Menpora: Korban Tragedi Kanjuruhan Menggalami Iritasi Mata

Sebagian korban luka tragedi Kanjuruhan mengalami trauma dan belum bisa diajak berkomunikasi. Ada yang kesadarannya menurun.


Buntut Tragedi Kanjuruhan, Komisi X DPR Desak Liga 1 hingga Liga 3 Dihentikan Sementara

1 hari lalu

Buntut Tragedi Kanjuruhan, Komisi X DPR Desak Liga 1 hingga Liga 3 Dihentikan Sementara

Komisi X DPR meminta pemerintah untuk melakukan investigasi atas tragedi Kanjuruhan dan harus ada yang bertanggung jawab.


Menpora: Investigasi Tragedi Kanjuruhan Bakal Profesional, Terbuka dan Serius

2 hari lalu

Menpora: Investigasi Tragedi Kanjuruhan Bakal Profesional, Terbuka dan Serius

Menpora Zainudin Amali mengatakan pemerintah bakal serius dalam melakukan investigasi Tragedi Kanjuruhan di Liga 1 usai laga Arema FC vs Persebaya.


Menpora Minta PSSI dan PT LIB Investigasi Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Usai Arema FC Vs Persebaya Surbaya 2-3

2 hari lalu

Menpora Minta PSSI dan PT LIB Investigasi Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Usai Arema FC Vs Persebaya Surbaya 2-3

Sebanyak 127 orang dilaporkan tewas saat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, seusai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya 2-3 di Liga 1, Sabtu.


Kualifikasi Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Menang di Laga Uji Coba

5 hari lalu

Kualifikasi Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Menang di Laga Uji Coba

Skuad asuhan Bima Sakti menjalani laga uji coba menjelang Kualifikasi Piala Asia U-17. Timnas U-17 menang dari tim PPLP Kemenpora.


Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia Berlaga di Piala Dunia Turki, Ini Targetnya

6 hari lalu

Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia Berlaga di Piala Dunia Turki, Ini Targetnya

Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia berada di Grup C Piala Dunia Amputasi 2022 bersama Inggris, Argentina, dan Amerika Serikat.


Menpora Siap Jadi Mediator untuk Herry IP dan Kevin Sanjaya Sukamuljo

7 hari lalu

Menpora Siap Jadi Mediator untuk Herry IP dan Kevin Sanjaya Sukamuljo

Menpora yakin PBSI mempunyai solusi untuk menyelesaikan keretakan antara Kevin Sanjaya Sukamuljo dan pelatihnya Herry Iman Pierngadi.


Piala Dunia Amputasi 2022: Timnas Indonesia Bakal Waspadai Inggris

7 hari lalu

Piala Dunia Amputasi 2022: Timnas Indonesia Bakal Waspadai Inggris

Piala Dunia Amputasi 2022 akan bergulir di Istanbul, Turki, pada 1-9 Oktober 2022.


Pesan Menpora saat Melepas Timnas Indonesia ke Piala Dunia Amputasi 2022

7 hari lalu

Pesan Menpora saat Melepas Timnas Indonesia ke Piala Dunia Amputasi 2022

Menpora Zainudin Amali melepas tim nasional sepak bola amputasi ke Piala Dunia Amputasi 2022 pada Selasa, 27 September 2022.