Ketua Umum Seknas Jokowi, M Yamin Meninggal

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi, Muhammad Yamin memyampaikan klarifikasi atas pernyataan pidato Joko Widodo saat Rapat Umum Relawan Jokowi beberapa hari lalu di Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018. Relawan Jokowi meminta agar publik menghentikan polemik pidato Jokowi yang menyebut kata 'berantem' saat Rapat Umum Relawan Jokowi di Sentul Convention Center, Bogor, Sabtu (4/8). TEMPO/Amston Probel

    Ketua Umum Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi, Muhammad Yamin memyampaikan klarifikasi atas pernyataan pidato Joko Widodo saat Rapat Umum Relawan Jokowi beberapa hari lalu di Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018. Relawan Jokowi meminta agar publik menghentikan polemik pidato Jokowi yang menyebut kata 'berantem' saat Rapat Umum Relawan Jokowi di Sentul Convention Center, Bogor, Sabtu (4/8). TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Sekretariat Nasional atau Seknas Jokowi Muhammad Yamin dikabarkan meninggal pada Jumat, 22 Maret 2019.

    Seknas Jokowi merupakan salah satu organisasi relawan pendukung calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo sejak Pemilu 2014 silam.

    “Iya, baru saja sore ini kami dapat kabar kalau beliau (M.Yamin) meninggal dunia dari sekretariat DPD PDIP DIY, tapi (almarhum) belum sampai Sleman,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Koeswanto saat dihubungi Jumat sore 22 Maret 2019.

    Dari kabar yang beredar di grup aplikasi perpesanan Whats App, Yamin dikabarkan meninggal di sebuah Rumah Sakit Majalengka Jawa Barat dan rencananya akan segera dibawa pulang ke kediamannya di Sleman Yogyakarta untuk dikebumikan.

    Yamin diketahui merupakan suami dari mantan Wakil Bupati Sleman Yuni Setia Rahayu, yang juga Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan DIY.

    “Kami belum tahu apa penyebabnya beliau meninggal, soalnya tadi Bu Yuni (istri M.Yamin) saat rapat partai di kantor DPD PDIP DIY siang ini juga tidak ngomong apa-apa,” ujarnya.

    Koeswanto menuturkan pihaknya belum mengetahui juga kapan dan di mana almarhum akan dikebumikan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.