Melamar Kerja Cukup Scan dengan Smartphone

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Talent Fest dan Bursa Kerja Nasional 2019 yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan RI, yang berlangsung pada Jumat - Sabtu, 22-23 Maret 2019 di JI-EXPO Kemayoran Jakarta.

    Talent Fest dan Bursa Kerja Nasional 2019 yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan RI, yang berlangsung pada Jumat - Sabtu, 22-23 Maret 2019 di JI-EXPO Kemayoran Jakarta.

    INFO NASIONAL - Melamar kerja kini senyaman jalan-jalan di mall, tak perlu lagi harus membawa map tebal dengan berbagai berkas yang menyertai. Cukup scan dengan smartphone, data kita sudah berada pada perusahaan yang ingin kita tuju.

    Seperti halnya Aji Abdirahman, lulusan D3 IT, yang terlihat beberapa kali mengarahkan smartphonenya pada barcode perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Menurutnya, cara seperti ini bisa lebih banyak peluang mendapatkan pekerjaan dan bisa lebih cepat.   

    Metode melamar kerja kekinian seperti ini tentu hanya ada pada ajang Talent Fest dan Bursa Kerja Nasional 2019 yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan RI, yang berlangsung pada Jumat – Sabtu, 22-23 Maret 2019 di JI-EXPO Kemayoran Jakarta.

    Mengusung tema “Connect Your Potentials to The Future Possibilities”, diperkenalkan sebuah metode kekinian untuk menjajaki peluang kerja baru dan bagaimana cara mendapatkannya. Sekaligus menjajaki revolusi industri 4.0. Diharapkan, talenta milenial Indonesia dapat menemukan tempatnya dan memaksimalkan potensinya untuk dapat membawa Indonesia ke kancah Internasional.

    Delapan belas ribu lapangan kerja tersedia pada Bursa Kerja Nasional 2019, yang bisa didatangi secara gratis bagi para pencari kerja. Begitu pun bagi perusahaan yang sedang mencari sumber daya bertalenta, booth sudah tersedia secara gratis pula. Terdapat sekitar 250 stand booth, terdiri dari stand perusahaan, booth Diorama Exhibition, yang merupakan ruang berbincang bisnis dengan para pendiri start-up, dan Pameran Hasil Karya Usaha Mandiri.

    Dan dari sisi perusahaan, ajang seperti sangat menguntungkan. Bukan hanya soal gratisnya, melainkan bisa juga berpromosi dan bersosialisasi guna menunjukkan kekuatan perusahaan kepada para pencari kerja. Seperti yang diungkapkan oleh Esti, staf HRD PT. DPI, anak perusahaan BCA yang bergerak pada bidang pemeliharaan gedung, pihaknya memetik manfaat dari ajang ini sebagai pengenalan perusahaan kepada generasi milenial yang mencari kerja. “Kami selalu menginformasikan kepada setiap pelamar, bahwa kualitas perusahaan sudah mumpuni,” kata Esti.

    Sedangkan Olivia dan Marwi dari PT. Hongkong Kingland, sebuah usaha properti, mengatakan bisa mendapatkan data base pelamar kerja secara cepat dan itu merupakan manfaat bagi perusahaan. Seperti kita ketahui, pada era digital ini data base menjadi modal utama sebuah usaha. “Selain sales, kami butuh banyak untuk berbagai proyek. Di sini bisa langsung bertemu dengan berbagai latar belakang, jadi mungkin bisa langsung interview juga. Dan yang terpenting, kami bisa dapat data base mereka,” ujar Olivia.   

    Selain pameran yang menghadirkan lowongan pekerjaan, acara yang dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla ini juga diisi dengan beberapa kegiatan menarik. Di antaranya Talent Connect, sebuah diorama ekosistem pencari kerja sektor non formal, meliputi Talents Mapping, Human Resource Platform, Softskill Education Platform, Jobseeker Startup, dan Business Card Festival.

    Juga ada Appreticeship Program, merupakan pameran program perusahaan yang membuka peluang magang di dalam dan luar negeri. Kemudian kegiatan Talent Talk yang digelar dua sesi dengan bahasan yang berbeda, menghadirkan enterpreuners dan profesi kekinian seperti CEO Warung Pintar,  youtuber, dan Accelerator.

    Dalam pidato sambutannya, Jusuf Kalla menyampaikan bahwa ajang ini merupakan upaya pemerintah untuk mempertemukan pencari kerja dan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja, sehingga dapat mengurangi pengangguran. Festival ini juga merupakan kebijakan Presiden RI untuk memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Kementerian Ketenagakerjaan.

    Sedangkan Menaker Muhammad Hanif Dhakiri menyampaikan dalam laporannya, bahwa yang tidak tersedia di Indonesia bukan lapangan kerja melainkan ketimpangan skill. “Lapangan kerja begitu banyak, namun tidak bisa dipenuhi oleh tenaga kerja yang ada. Maka, dalam festival ini, harapannya, apa yang dibutuhkan sesuai dengan tenaga kerja yang melamar,” katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.