Daerah di Jawa Barat Diminta Perhatikan Pengelolaan Destinasi Wisata

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembukaan Forum Perangkat Daerah Program Kepariwisataan dan Kebudayaan Tahun 2019, di Luxton Hotel and Convention, Cirebon, Kamis, 21 Maret 2019.

    Pembukaan Forum Perangkat Daerah Program Kepariwisataan dan Kebudayaan Tahun 2019, di Luxton Hotel and Convention, Cirebon, Kamis, 21 Maret 2019.

    INFO JABAR - Kontribusi pariwisata terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) di beberapa kabupaten atau kota tergolong rendah meski memiliki potensi pariwisata yang cukup besar. Hal tersebut karena kurangnya dukungan infrastruktur, seperti akses jalan, transportasi, petunjuk arah mencapai lokasi yang terintegrasi di lokasi-lokasi wisata, dan promosi yang belum maksimal.

    Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa menyatakan hal itu saat membuka Forum Perangkat Daerah Program Kepariwisataan dan Kebudayaan 2019 di Luxton Hotel and Convention, Cirebon, Kamis, 21 Maret 2019.

    Menurut dia, ada pula faktor penghambat lain, seperti eksploitasi situasi di lokasi wisata, masih rendahnya perlindungan dan apresiasi terhadap budaya lokal, kurang optimalnya promosi budaya lokal di dalam dan luar negeri, serta kuatnya pengaruh budaya asing terhadap budaya lokal Jawa Barat.

    “Pernah ada teman saya menelpon, dia makan di suatu lokasi wisata, tagihannya sampai satu juta rupiah. Ini membuat pengunjung kapok datang lagi,” tutur Iwa.

    “Maka pengelolaan lokasi wisata harus benar-benar diperhatikan, termasuk rencana revitalisasi alun-alun di berbagai daerah. Ini cukup menarik minat wisatawan,” ujarnya.

    Penjabat Bupati Cirebon Dicky Saromi menambahkan, saat ini, telah terjadi sebuah fenomena perubahan pola konsumsi masyarakat ke arah leisure economy. Wisata yang dulu hanya dinikmati masyarakat kalangan menengah atas, sekarang kalangan menengah ke bawah pun sudah mulai merencanakan perjalanan wisata.

    Untuk itu, kata Dicky, dukungan infrastruktur seperti transportasi dan akses jalan menuju lokasi wisata sangat penting, seperti pembangunan jalan tol yang sudah dirasakan dampak positifnya terhadap pendapatan Kabupaten Cirebon.

    “Pendapatan dari pajak Horehi (hotel, restoran, dan hiburan) Cirebon meningkat secara signifikan karena akses yang baik ke arah Cirebon,” ujarnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?