15 Kampus Negeri Bergabung dalam SMMPTN 2019, Simak Daftarnya

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah calon mahasiswa mengikuti Ujian Seleksi Nasional Masuk perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012 di Universitas Negeri Medan, Sumut, (12/6). Ujian SNMPTN yang berlangsung serentak di Indonesia tersebut memperebutkan 106.363 kursi yang disediakan oleh 61 Perguruan Tinggi Negeri. ANTARA/Septianda Perdana

    Sejumlah calon mahasiswa mengikuti Ujian Seleksi Nasional Masuk perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012 di Universitas Negeri Medan, Sumut, (12/6). Ujian SNMPTN yang berlangsung serentak di Indonesia tersebut memperebutkan 106.363 kursi yang disediakan oleh 61 Perguruan Tinggi Negeri. ANTARA/Septianda Perdana

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 15 perguruan tinggi negeri di wilayah barat Indonesia tergabung dalam SMMPTN. Seleksi Mandiri Masuk PTN ini berbeda dengan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SNMPTN maupun SBMPTN. Jalur ini dibuka sudah memasuki tahun ketiga.

    Baca: Begini Pelaksanaan SMMPTN di Universitas Andalas 2017

    "Tujuannya untuk mendapatkan calon mahasiswa yang berkualitas dan memiliki kompetensi dasar yang baik sesuai dengan standar yang ditetapkan. Kegiatan ini rutin bagi seluruh institusi pendidikan, karena itu penyelenggaraannya harus profesional, terjamin, terukur dan efisien," kata Ketua SMMPTN-Barat 2019 Samsul Rizal di Jakarta, 21 Maret 2019.

    Samsul Rizal menjelaskan, seleksi calon mahasiswa jalur mandiri oleh masing-masing perguruan tinggi telah berjalan baik. Namun demikian, kata dia, bagi peserta penyelenggaraan ini menganggap belum menguntungkan, kurang fleksibel dan kurang efisien, karena bersifat lokal.

    Alasannya, menurut Samsul Rizal, tidak ada pilihan bagi calon mahasiswa untuk memilih perguruan tinggi lain yang diminati.  Pada 2018, menurut dia, ada sebanyak 30.576 pendaftar SMMPTN dan yang diterima ada 12.765 orang. Sementara itu jumlah kuota masing-masing perguruan tinggi adalah 30 persen.

    "Sistem seleksi sangat menguntungkan calon mahasiswa, baik dari segi materi maupun dari segi waktu. Melalui ujian SMMPTN-Barat 2019 ini, calon mahasiswa dapat memilih program studi perguruan tinggi yang diminatinya berada di luar daerah domisilinya, di samping memilih perguruan tinggi yang berada di daerahnya," kata Sekretaris Panitia SMMPTN-Barat 2019, Tafdil Husni.

    "Calon mahasiswa Bidikmisi dapat mengikuti seleksi SMMPTN selama kuota yang disediakan masih mencukupi," kata Tafdil.

    SMMPTN-Barat 2019 merupakan seleksi calon mahasiswa baru jalur mandiri yang penyelenggaraannya dilakukan secara bersama antarPTN yang tergabung dalam Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat. Penyelenggaraan seleksinya dilakukan berdasarkan hasil ujian tertulis atau kombinasi hasil ujian tertulis dan ujian keterampilan calon mahasiswa.

    Tujuan penyelenggaraan SMMPTN-Barat 2019 adalah untuk memfasilitasi para calon mahasiswa peserta seleksi mahasiswa baru jalur mandiri. Calon mahasiswa memiliki opsi memilih dan masuk menjadi mahasiswa pada program studi dari berbagai perguruan tinggi.

    Proses seleksi secara bersama dan calon mahasiswa diprediksi mampu menyelesaikan studi di perguruan tinggi dengan baik. Lulusan yang boleh ikut maksimal lulus sekolah menengah dalam lima tahun terakhir.

    Adapun 15 perguruan tinggi yang tergabung di dalam seleksi sistem ini adalah:

    1.Universitas Syiah Kuala Banda Aceh
    2.Universitas Andalas, Padang
    3.Universitas Jambi
    4.Universitas Lampung
    5.Universitas Bengkulu
    6.Institut Seni Indonesia Padangpanjang
    7.Universitas Palangkaraya
    8.Universitas Malikussaleh
    9.Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten
    10.Universitas Maritim Raja Ali Haji
    11.Universitas Bangka Belitung
    12.Universitas Teuku Umar
    13.Institut Teknologi Sumatera
    14.Institut Seni dan Budaya Indonesia Aceh
    15.Universitas Samudera.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Perintahkan Lion Air dan Citilink Turunkan Harga Tiket

    Pemerintah telah memerintahkan dua maskapai penerbangan domestik, Lion Air dan Citilink, untuk menurunkan harga tiket pesawat berbiaya murah.