Eksepsi Ditolak, Kuasa Hukum Bahar bin Smith Ajukan Banding

Terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap remaja, Bahar bin Smith berjalan keluar ruangan seusai menjalani sidang lanjutan di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Kamis, 14 Maret 2019. Pimpinan pondok pesantren Tajul Alawiyyin itu menuding kasus yang menjeratnya merupakan bentuk ketidakadilan hukum dari Presiden Jokowi. ANTARA/Raisan Al Farisi

TEMPO.CO, Bandung - Tim kuasa hukum Bahar bin Smith, terdakwa penganiayaan terhadap dua remaja, akan mengajukan banding terkait penolakan majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung atas eksepsi yang mereka ajukan.

Baca: Eksepsi Ditolak, Bahar Bin Smith Terima Putusan Hakim

Dalam sidang dengan agenda pembacaan putusan sela oleh majelis hakim, nota keberatan terdakwa Bahar bin Smith ditolak oleh majelis hakim. Sidang itu berlangsung di gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Kamis, 21 Maret 2019.

"Kami mengajukan banding atas putusan sela yang dibacakan pada hari ini yang berbarengan nanti diputus dengan pokok perkara oleh majelis hakim," ujar salah satu kuasa hukum Bahar bin Smith, Guntur Fatahillah, usai persidangan.

Guntur beralasan dakwaan yang dilayangkan jaksa penuntut umum cacat berdasarkan Pasal 143 dan 144 Kitab Undang-undang Acara Hukum Pidana. "Juga termasuk dengan pasal 184 dan 185 KUHAP, makanya kita menyatakan banding," ujarnya.

Sebelumnya, majelis hakim menolak eksepsi terdakwa Bahar bin Smith. Majelis hakim berpandangan eksepsi yang diajukan kuasa hukum Bahar tidak beralasan. Di antara isi nota keberatan itu yakni, upaya agar hakim mengabulkan lokasi persidangan di pindah ke Nengadilan Negeri (PN) Cibinong karena lokasi perkara itu terjadi di Kabupaten Bogor.

Menurut anggota majelis hakim, Fuad Muhammadi, keputusan tersebut merupakan wewenang Mahkamah Agung yang dilatari oleh permohonan Kejaksaan Negeri Cibinong, PN Cibinong dan Polres Bogor.

Alasan permintaan pemindahan ke Bandung lantaran kalau persidangan dilangsungkan di Cibinong, dikhawatirkan jalannya persidangan akan mendapat campur tangan dari simpatisan Bahar bin Smith yang diketahui menjabat sebagai pimpinan pondok pesantren Tajul Alawiyyin, Kabupaten Bogor.

"Terdakwa merupakan seorang guru di pesantren yang dia miliki (Tajul Alawiyyin), sehingga ada hubungan emosional antara santri dan guru serta simpatisan yang dapat mengintervensi persidangan," kata Fuad saat membacakan putusan sela perkara itu.

Baca: Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Bahar bin Smith, Ini Sebabnya

Fuad pun mengatakan pemindahan lokasi persidangan ke Bandung pun tidak menyalahi aturan karena hal itu sudah sesuai dengan putusan MA. "Menimbang, dengan demikian dinyatakan ditolak," ucapnya.






Polres Karawang Usut Dugaan Penganiayaan terhadap Dua Wartawan oleh Pejabat Pemkab

3 hari lalu

Polres Karawang Usut Dugaan Penganiayaan terhadap Dua Wartawan oleh Pejabat Pemkab

Aldi memastikan pihaknya akan mengusut tuntas kasus dugaan penculikan dan penganiayaan yang dialami dua wartawan oleh pejabat Kabupaten Karawang


Kasus Penganiayaan Sopir Taksi Online di Koja, Tersangka Sudah Bawa Celurit dari Cinere

8 hari lalu

Kasus Penganiayaan Sopir Taksi Online di Koja, Tersangka Sudah Bawa Celurit dari Cinere

Tersangka penganiayaan, yang masih berusia 17 tahun, berdalih sedang mencari pekerjaan ke Jakarta namun kehabisan uang sehingga tak bisa bayar taksi.


Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Kali Mookevart, Polisi: Tak Ada Tanda Penganiayaan

9 hari lalu

Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Kali Mookevart, Polisi: Tak Ada Tanda Penganiayaan

Kapolsek Cengkareng menduga pria tersebut sudah meninggal sejak sehari yang lalu karena kondisi mayat pria itu sudah mengalami pembengkakan.


Remaja 17 Tahun Aniaya Sopir Taksi Online Karena Tak Punya Uang untuk Bayar Ongkos Taksi

9 hari lalu

Remaja 17 Tahun Aniaya Sopir Taksi Online Karena Tak Punya Uang untuk Bayar Ongkos Taksi

Remaja tersebut tidak mengambil uang atau barang dari sopir taksi online yang ia lukai. Mengaku ingin mencari kerja tapi kehabisan uang.


Polres Ponorogo Gelar Rekonstruksi Kasus Tewasnya Santri Gontor

9 hari lalu

Polres Ponorogo Gelar Rekonstruksi Kasus Tewasnya Santri Gontor

Polres Ponorogo menggelar rekonstruksi kasus dugaan penganiayaan di Pondok Modern Darussalam Gontor yang mengakibatkan salah satu santri tewas


Tawuran Maut Pelajar di Depok Sebabkan Satu Tewas, Polisi: Ngakunya Korban Begal

10 hari lalu

Tawuran Maut Pelajar di Depok Sebabkan Satu Tewas, Polisi: Ngakunya Korban Begal

Tawuran maut antar kelompok pelajar di Kota Depok kembali terjadi, akibatnya seorang pelajar berinisial AZS (20) meninggal dunia terkena sabetan celurit.


Suami Aniaya Istri Hingga Tewas di Tangerang, Lalu Menyerahkan Diri ke Polsek Ciledug

10 hari lalu

Suami Aniaya Istri Hingga Tewas di Tangerang, Lalu Menyerahkan Diri ke Polsek Ciledug

Seorang suami aniaya istrinya hingga tewas di rumahnya, setelah itu ia menyerahkan diri ke Polsek Ciledug Tangerang.


Wali Santri Gontor Korban Penganiayaan Ingin Peluk Para Pelaku

11 hari lalu

Wali Santri Gontor Korban Penganiayaan Ingin Peluk Para Pelaku

Polisi telah menetapkan dua tersangka dalam kasus kematian santri Gontor.


Politikus PKS Khawatir Ada Politisasi di Kasus Kekerasan Pesantren Gontor

11 hari lalu

Politikus PKS Khawatir Ada Politisasi di Kasus Kekerasan Pesantren Gontor

Kekerasan di lingkungan pesantren tidak dapat dibenarkan. Gontor perlu mendapat teguran agar berbenah sehingga hal serupa tidak terjadi lagi.


Polres Ponorogo Tetapkan Dua Tersangka Penganiayaan Santri Gontor

11 hari lalu

Polres Ponorogo Tetapkan Dua Tersangka Penganiayaan Santri Gontor

Polisi menyebut ada tiga korban dalam penganiayaan santri Pesantren Gontor tersebut. Dua diantaranya luka-luka.