Jadi Plt Ketum PPP, Suharso Monoarfa: Saya Dilamar, Bukan Menawarkan Diri

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suharso Monoarfa menjadi pelaksana tugas atau Plt Ketua umum PPP dalam sidang pleno Mukernas PPP di Hotel Seruni, Cisarua, Bogor pada Rabu malam, 20 Maret 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    Suharso Monoarfa menjadi pelaksana tugas atau Plt Ketua umum PPP dalam sidang pleno Mukernas PPP di Hotel Seruni, Cisarua, Bogor pada Rabu malam, 20 Maret 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Bogor - Suharso Monoarfa mengklaim Partai Persatuan Pembangunan (PPP) satu suara menyetujui pengukuhannya sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum. Dia juga mengaku menerima jabatan tersebut, karena ditunjuk Ketua Majelis Syariah PPP Maimoen Zubair dan tidak pernah menawarkan diri.

    Baca juga: PPP Kukuhkan Suharso Monoarfa Plt Ketum dalam 30 Menit Mukernas

    "Saya ini orang yang dilamar. Bukan orang yang menawar-nawarkan diri, no way," ujar Suharso Monoarfa di lokasi Mukernas PPP, Hotel Seruni, Bogor pada Rabu, 20 Maret 2019.

    Suharso Monoarfa resmi ditetapkan sebagai Plt Ketua Umum pada Rabu malam, 20 Maret 2019. Dalam rapat pleno Mukernas yang berlangsung setengah jam, Suharso resmi dikukuhkan. Rapat tersebut dihadiri perwakilan 33 dari 34 Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PPP se-Indonesia. Hanya DPW Kalimantan Barat yang tidak hadir.

    Wakil Ketua Umum PPP Muhamad Arwani Thomafi mengatakan, rapat berlangsung tak lama dan keputusan cepat diambil karena seluruh DPW sepakat mengikuti fatwa Maimoen Zubair.

    "Tadi, DPW satu suara ketika dimintai pendapat. Akhirnya semua DPW mendelegasikan pendapat kepada Ketua DPW Banten. Rapat berlangsung lancar dan satu suara," ujar Arwani ketika ditemui Tempo usai pengukuhan.

    Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP Rudiman mengaku tidak sepakat dengan penunjukan Suharso Monoarfa. "Saya tidak sepakat. Menurut saya, ini melanggar AD/ART. Selain saya, ada beberapa teman yang tidak setuju juga," ujar Rudiman di Hotel Seruni, Bogor pada Rabu malam, 20 Maret 2019.

    Menurut Rudiman, Suharso memang memiliki kemampuan sangat memadai untuk menjadi  ketua umum. Kendati demikian, ujar dia, penunjukan Plt ketua umum haruslah sesuai mekanisme. Menurut AD/ART, yang berhak maju adalah wakil ketua umum.

    "Jika Pak Harso dikukuhkan melalui Mukernas jadi plt, nanti pada saat setelah pemilu pasti ada desakan dari anggota DPR, apakah tanda tangan beliau sebagai ketua umum diterima oleh KPU," ujar dia.

    Namun ketika rapat, Rudiman tak tampak. "Mana orangnya juga enggak bersuara waktu rapat. Semua setuju dengan pengukuhan Pak Suharso," ujar Wakil Ketua Umum PPP Reni Marlinawati soal Suharso Monoarfa saat ditemui Tempo di lokasi yang sama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.