Dicecar Pertemuan dengan Neneng di Moskow, Begini Jawaban Aher

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (kanan) dan Deddy Mizwar menjawab pertanyaan hakim saat sidang lanjutan suap perizinan proyek Meikarta dengan terdakwa Neneng Hassanah Yasin di Pengadilan Tipikor, Bandung, Rabu, 20 Maret 2019. Selain Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar, jaksa juga menghadirkan Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kemendagri Sumarsono sebagai saksi dalam sidang tersebut. ANTARA

    Mantan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (kanan) dan Deddy Mizwar menjawab pertanyaan hakim saat sidang lanjutan suap perizinan proyek Meikarta dengan terdakwa Neneng Hassanah Yasin di Pengadilan Tipikor, Bandung, Rabu, 20 Maret 2019. Selain Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar, jaksa juga menghadirkan Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kemendagri Sumarsono sebagai saksi dalam sidang tersebut. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan atau Aher, diperiksa sebagai saksi dalam sidang suap proyek Meikarta dengan terdakwa Bupati Bekasi nonaktif, Neneng Hasanah Yasin bersama pejabat Kebupaten Bekasi, Rabu, 20 Maret 2019. Dalam sidang itu, Aher dicecar soal pertemuannya dengan Neneng di Moskow.

    Baca: Jalani Persidangan Suap Meikarta, Bupati Neneng Izin Bersalin

    ”Bapak ketemu (Neneng) di Moskow, itu kebetulan atau bagiamana posisinya,” kata hakim anggota Pengadilan Tipikor Bandung, Judijanto Hadilesmana, Rabu, 20 Maret 2019.

    Menjawab pertanyaan hakim, Aher mengaku, pertemuannya dengan Neneng itu tidak direncanakan. “Kebetulan dalam konteks tidak ada agenda yang direncanakan antara saya dengan Bu Neneng untuk bertemu,” kata dia.

    Aher mengaku, datang ke Moskow mewakili pemerintah Jawa Barat untuk menghadiri undangan Kementerian Dalam Negeri dan Duta Besar RI untuk Rusia yang tengah mengelar acara di Rusia. Aher mengaku baru tahu dirinya menginap di hotel yang sama dengan Neneng, yang datang ke Moskow. Keduanya, bertemu saat sarapan pagi di hotel tersebut. Neneng menanyakan soal rekomendasi gubernur untuk proyek Meikarta. “Bu Neneng yang memulai pembicaraan,” kata dia.

    Baca: Jaksa: Suap Meikarta buat Bupati Bekasi Terkait Izin Kedaluwarsa

    Dugaan suap proyek Meikarta tersebut melibatkan uang suap berjumlah Rp 16,18202 miliar dan 270 ribu dollar Singapura. Jaksa KPK merinci aliran suap tersebut yakni terdakwa Neneng Hasanah Yasin menerima Rp 10,83 miliar dan 90 ribu Dollar Singapura, terdakwa Jamaludin Rp 1,2 miliar, terdakwa Dewi Tisnawati Rp 1 miliar dan 90 ribu Dollar Singapura, terdakwa Sahat Maju Banjarnahor Rp 952 juta, terdakwa Neneng Rahmi Nurlaili Rp 700 juta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.