Menjelang Pilpres 2019, Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bersama calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, calon Gubernur Gorontalo Hana Hasanah dan calon Gubernur Bangka Belitung Rustam Efendi melakukan ziarah makam Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, 10 Oktober 2016. ANTARA FOTO

    Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bersama calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, calon Gubernur Gorontalo Hana Hasanah dan calon Gubernur Bangka Belitung Rustam Efendi melakukan ziarah makam Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, 10 Oktober 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Blitar – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri mendatangi makam ayahnya di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Ziarah makam ini rutin dilakukan Megawati menjelang perhelatan pemilihan umum.

    Baca juga: Jokowi dan Megawati Pimpin Rapat Koordinasi Pemenangan PDIP

    Kedatangan Megawati ke makam Bung Karno kali ini didampingi sejumlah pengurus teras partai. Di antaranya adalah Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto, Wakil Sekjen Ahmad Basarah, dan fungsionaris partai daerah.

    Mengenakan setelan putih hitam dipadu selendang hitam bermotif bunga warna merah, Megawati langsung menuju makam ayahnya saat tiba di lokasi, Rabu siang, 20 Maret 2019. Cukup lama Megawati berdoa di pusara sang proklamator. Selanjutnya dia meninggalkan lokasi tanpa memberikan pernyataan sama sekali kepada awak media yang telah menunggu sejak pagi.

    Kepada media, Hasto Kristiyanto mengatakan kedatangan Megawati ke makam Bung Karno adalah kegiatan rutin menjelang pemilu. Setiap menghadapi peristiwa penting, Megawati selalu berdoa di makam ayahnya terlebih dulu. Hal yang sama dilakukan saat mengawali pemilihan presiden dengan mengajak serta Joko Widodo lima tahun silam.

    “Ini suatu hal yang rutin Ibu Mega datang ke Blitar berziarah ke tempat Bung Karno, proklamator dan bapak bangsa kita. Sebelum peristiwa penting Ibu Mega selalu ziarah,” katanya.

    Terkait pemilihan presiden yang makin dekat, Hasto optimis bisa memenangkan kontestasi kedua. Bahkan dia mengklaim selisih suara kali ini akan lebih besar dibandingkan pilpres lalu yang dikuatkan dengan sejumlah survei.

    “Dulu selisih lima persen pada tahun 2014. Dengan selisih 13,6 persen, semua lembaga survei punya margin of error. Artinya makin flat, sehingga die hard kedua pasangan calon melalui kampanye panjang sudah memberikan hasil maksimum,” kata Hasto.

    Kemenangan pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin ini, menurut Hasto, telah diamini hampir seluruh lembaga survei di Indonesia. Karena itu tak berlebihan jika kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden itu memikirkan langkah rekonsiliasi usai pemilihan.

    “Semua lembaga survei telah memberikan preferensi kemenangan. Ke depan setelah kemenangan Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin, saya harapkan melakukan upaya rekonsiliasi nasional,” katanya.

    Di Jawa Timur, tim kemenangan nasional Jokowi – Ma’ruf juga menargetkan perolehan suara di atas 70 persen untuk pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin. Demikian pula perolehan di luar Jawa seperti Lampung dan Sumatera Utara yang menjadi lumbung pasangan nomor urut 01.

    Investasi politik Jokowi juga sangat tinggi di kawasan Indonesia timur. Pertumbuhan kawasan selama kepemimpinan Jokowi menjadi alasan masyarakat di sana menjatuhkan pilihan pada Jokowi.

    Disinggung penangkapan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuzy oleh komisi anti rasuah, Hasto mengaku prihatin. Namun dia menegaskan hal itu tak akan berpengaruh pada kekuatan koalisi Indonesia Kerja pendukung Jokowi.

    Baca berita Megawati lainnya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.