Anggota Brimob Gugur dalam Baku Tembak dengan KKB di Nduga

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit TNI dan Polri mengusung peti jenazah korban KKB di Bandara Moses Kilangin Timika, Mimika, Papua, Jumat, 7 Desember 2018. Dalam insiden penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata di Kabupaten Nduga, 19 orang pekerja dan seorang tentara dinyatakan meninggal. ANTARA/Jeremias Rahadat

    Prajurit TNI dan Polri mengusung peti jenazah korban KKB di Bandara Moses Kilangin Timika, Mimika, Papua, Jumat, 7 Desember 2018. Dalam insiden penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata di Kabupaten Nduga, 19 orang pekerja dan seorang tentara dinyatakan meninggal. ANTARA/Jeremias Rahadat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kontak tembak antara anggota Brigade Mobil (Brimob) dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) terjadi Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Papua. Seorang anggota Brimob gugur, sedangkan dua lainnya terluka tembak.

    "Benar, petugas kami di Papua diserang diduga oleh KKB," kata Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal M. Iqbal, di Kementerian Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta, Rabu, 20 Maret 2019.

    Baca: DPR Minta TNI Lebih Ofensif dalam Memberantas KKB Nduga

    Insiden baku tembak itu terjadi pada Rabu pagi, 20 Maret 2019 di Bandara Mugi Distrik Mugi, Kabupaten Nduga. Iqbal mengatakan anggotanya yang gugur dalam kontak tembak itu telah dievakuasi. Sedangkan dua korban luka tengah dirawat di rumah sakit setempat.

    Ini insiden kedua yang terjadi antara aparat keamanan dan KKB dalam bulan ini.

    Baca: Moeldoko Ingin TNI Lebih Berperan Tangani KKB di Papua

    Tak hanya kontak senjata dengan anggota Brimob pada awal Maret 2019, 25 pasukan TNI Satuan Tugas Penegakan Hukum diserang sekitar 50 orang bersenjata pimpinan Egianus Kogoya. Tiga prajurit TNI gugur dalam insiden itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.