Nganjuk diguncang Gempa Bumi, Tidak Berpotensi Tsunami

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa. shutterstock.com

    Ilustrasi gempa. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabupaten Nganjuk diguncang gempa bumi tektonik pada Selasa, 19 Maret 2019, pukul 17.34 WIB. Informasi ini disampaikan oleh Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Yogyakarta, I Nyoman Sukanta, melalui keterangan tertulis yang diterima Tempo, Selasa, 19 Maret 2019.

    Baca: Gempa Bumi Bermagnitudo 5,0 di Pandeglang, Potensi Tsunami Nihil

    "Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa ini berkekuatan magnitudo 3,5. Episenter gempa terletak pada koordinat 7,87 LS dan 111,93 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 10 kilometer barat daya kota Kediri, Jawa Timur, pada kedalaman 5 kilometer," kata Nyoman.

    Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, kata Nyoman, gempa itu masuk kategori gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal.

    Nyoman mengatakan guncangan gempa dirasakan juga di daerah Sawahan, Ngetos, dan Loceret dalam skala intensitas I-II MMI. "Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbukan akibat gempa tersebut," ujar Nyoman.

    Nyoman lalu berujar hasil monitoring BMKG hingga pukul 18.00 WIB belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan atau aftershock. "Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ujar dia.

    Baca: Gempa Bumi di Garut Siang Ini, Tak Berpotensi Tsunami

    Lebih lanjut, Nyoman mengingatkan agar masyarakat hanya menanggapi informasi resmi gempa bumi yang bersumber dari BMKG. Informasi itu, kata dia, disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi seperti twitter @infoBMKG, website www.bmkg.go.id, aplikasi iOS dan Android @infobmkg, dan Instagram/Twitter @stageof.yogya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.