PBNU Hargai Permintaan Maaf Tirto.id

Reporter

Editor

Amirullah

Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama, Robikin Emhas saat menjawab pertanyaan di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Pusat, Jumat, 14 Juli 2017. TEMPO/Irsyan

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas menghargai permintaan maaf dan pengakuan salah dari redaksi Tirto.id. Ini terkait dengan dua kartun yang dimuat Tirto yang dianggap menyinggung PBNU.

Baca: Kartun Tirto.Id Dianggap Provokatif, PBNU Layangkan Protes

"Dan sekedar informasi bagi khalayak, kami memiliki self mechanism dalam menyikapi hal seperti ini. Meski dengan tetap mengedepankan adab dan akhlak," ujar Robikin saat dihubungi, Senin, 18 Maret 2019.

Sebelumnya dua kartun diunggah akun Twitter @tirtoid, yaitu soal penghapusan Ujian Nasional (UN) dan pemenggalan kalimat calon wakil presiden Ma'ruf Amin soal pelegalan zina. Menyadari kesalahan tersebut, pihak Tirto segera mencabut kartun tersebut dan meminta maaf.

"Kami melakukan kesalahan fatal: secara gegabah memotong sebuah kalimat," kata Pemimpin Redaksi Tirto, Sapto Anggoro, dalam pernyataan maafnya yang dimuat di Tirto.id, Senin, 18 Maret 2019.

 Baca: NU Dikritik Terlalu Politis, Ma'ruf Amin: Dulu Gus Dur Presiden

Sapto menilai komentar dalam kartun itu bukan hanya tidak perlu, juga sensitif dengan peran NU dalam konteks sosial di Indonesia. "Kami meminta maaf terutama kepada nahdliyin dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)," ujar Sapto. Dia menambahkan mekanisme internal sedang dilakukan untuk memperbaiki dan menindaklanjuti kesalahan fatal tersebut.






PBNU Sebut Perlu Komunikasi dengan Israel untuk Membantu Palestina

21 jam lalu

PBNU Sebut Perlu Komunikasi dengan Israel untuk Membantu Palestina

Ketua umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyebut pembicaraan dengan Israel perlu dilakukan untuk mempertanyakan nasib Palestina.


Suara Keras Azyumardi Azra Soal TWK Pegawai KPK hingga Megawati di BRIN

6 hari lalu

Suara Keras Azyumardi Azra Soal TWK Pegawai KPK hingga Megawati di BRIN

Pemikiran Prof Azyumardi Azra terhadap banyak persoalan di Tanah Air, kerap membuatnya harus bersuara lantang. Misalkan soal TWK dan BRIN.


PBNU Temui Menteri Urusan Islam Arab Saudi, Berantas Terorisme dan Ekstrimisme di Dunia

9 hari lalu

PBNU Temui Menteri Urusan Islam Arab Saudi, Berantas Terorisme dan Ekstrimisme di Dunia

PBNU menjalin kerja sama untuk memberantas terorime dan ekstrimisme di dunia bersama Kerajaan Arab Saudi.


KPK Kembali Periksa Saksi Untuk Mardani H Maming Hari Ini

13 hari lalu

KPK Kembali Periksa Saksi Untuk Mardani H Maming Hari Ini

KPK kembali memeriksa saksi untuk tersangka kasus korupsi pengalihan IUP di Kabupaten Tanah Bumbu, Mardani H Maming.


Ketua DPRD Lumajang Mundur karena Tak Hafal Pancasila, PKB: Keselip Lidah

14 hari lalu

Ketua DPRD Lumajang Mundur karena Tak Hafal Pancasila, PKB: Keselip Lidah

PKB Jawa Timur akan memanggil Anang Ahmad Syaifuddin yang meletakkan jabatannya setelah viral video ia tak lancar saat melafalkan Pancasila.


PBNU Maklumi Keputusan Pemerintah Menaikkan Harga BBM

17 hari lalu

PBNU Maklumi Keputusan Pemerintah Menaikkan Harga BBM

PBNU memahami alasan pemerintah menaikkan harga BBM.


Eks Ketum PBNU Dukung Kapolri untuk Mengungkap Tuntas Kasus Brigadir J

18 hari lalu

Eks Ketum PBNU Dukung Kapolri untuk Mengungkap Tuntas Kasus Brigadir J

Said Aqil Siradj terkejut dengan semakin banyaknya para Jenderal Polisi yang terlibat dalam pembunuhan Brigadir J.


PBNU Tegas Larang Poltik Identitas, Gus Yahya: Jangan Ciptakan Permusuhan

19 hari lalu

PBNU Tegas Larang Poltik Identitas, Gus Yahya: Jangan Ciptakan Permusuhan

Ketua PBNU Gus Yahya tegas melarang segala bentuk politik identitas. Sebab, pendekatan politik identitas dapat menyebabkan permusuhan


Silsilah Gus Dur: Ayah dan Kakeknya, KH Wahid Hasyim dan KH Hasyim Asyari Pahlawan Nasional

19 hari lalu

Silsilah Gus Dur: Ayah dan Kakeknya, KH Wahid Hasyim dan KH Hasyim Asyari Pahlawan Nasional

Abdurrahman Wahid atau Gus Dur berada dalam satu garis keturunan dengan KH Hasyim Asyari dan KH Wahid Hasyim, dua pahlawan nasional.


Jejak Gus Dur: Keturunan Tionghoa, Reformasi NU, Bentuk PKB, Dilengserkan sebagai Presiden, Bapak Toleransi

19 hari lalu

Jejak Gus Dur: Keturunan Tionghoa, Reformasi NU, Bentuk PKB, Dilengserkan sebagai Presiden, Bapak Toleransi

Gus Dur atau Abdurrahman Wahid memberikan warna bagi sejarah Indonesia. Tokoh NU menjadi Presiden RI yang dimakzulkan lewat Sidang Istimewa MPR.