Cerita Jokowi tentang Bapaknya Pernah Jadi Sopir Truk

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi saat kunjungan ke Pasar Belerong, Balige pada Jumat, 15 Maret 2019. Humas Pemerintah Provinisi Sumatera Utara

    Presiden Jokowi saat kunjungan ke Pasar Belerong, Balige pada Jumat, 15 Maret 2019. Humas Pemerintah Provinisi Sumatera Utara

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan pengemudi truk adalah profesi yang mulia. Ia pun mengungkapkan bahwa almarhum ayahnya, Noto Mihardjo, pernah menggeluti profesi yang sama.

    Baca: Kubu Jokowi Luncurkan Aplikasi Kampanye Khusus Dekati Milenial

    "Saudara tanyakan ke Solo. Tanyakan, bapak saya almarhum itu dulu sopir truk dan supir bus," katanya saat memberi sambutan dalam acara Deklarasi Pengemudi Truk sebagai Pelopor Keselamatan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Ahad, 17 Maret 2019.

    Jokowi menuturkan karena profesi ayahnya itulah ia bisa mengenyam bangku pendidikan dan kebutuhan keluarganya terpenuhi. "Kenapa saya katakan pengemudi profesi mulia, karena dari situ lah saya bisa sekolah," ucapnya.

    Menurut Jokowi, kemuliaan profesi pengemudi truk ini tercermin dari banyaknya kebutuhan manusia yang bergantung padanya. Ia mencontohkan karena pengemudi truk maka barang-barang yang dibutuhkan masyarakat bisa terpenuhi.

    "Karena membawa barang dari satu tempat ke tempat lain untuk keperluan masyarakat, apapun barangnya," ucapnya.

    Selain itu, profesi pengemudi truk juga mulia lantaran berperan menjaga stabilitas harga. "Begitu pengemudi nggak mau angkut (barang), harga pasti naik. Tapi saya titip jangan sampai ada pengemudi yang mogok karena menyebabkan harga kacau," ujarnya.

    Baca: Elektabilitas Kalah, Kubu Prabowo: Survei SMRC Bertemakan Jokowi

    Dalam acara ini, Jokowi turut menyampaikan pesan-pesan keselamatan untuk para pengemudi. Ia pun sempat mendengarkan deklarasi keselamatan dari para pengemudi truk.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.