Polri Pastikan Ada Tersangka Baru Kasus Kredit Fiktif BJB Syariah

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan alias Aher, datang untuk mengklarifikasi surat pemanggilan di gedung Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019. Dalam kesempatan itu, Aher diperiksa sebagai saksi terkait perizinan proyek pembangunan Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. TEMPO/Faisal Akbar

    Mantan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan alias Aher, datang untuk mengklarifikasi surat pemanggilan di gedung Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019. Dalam kesempatan itu, Aher diperiksa sebagai saksi terkait perizinan proyek pembangunan Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. TEMPO/Faisal Akbar

    TEMPO.CO, JakartaPolri memastikan bakal ada satu tersangka baru terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pencairan kredit fiktif Bank BJB Syariah ke PT Hastuka Sarana Karya (HSK) dan CV Dwi Manunggal Abadi.

    Baca: Polri Antisipasi Serangan Teror seperti di Selandia Baru

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menuturkan, penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri tengah melakukan gelar (ekspose) perkara.

    "Tim penyidik masih melakukan ekspose secara intenal. Setelah ekspose mengumpulkan keterangan dan alat bukti, statusnya akan naik ke penyidikan," kata Dedi di Gelora Bung Karno, Jakarta Selatan, pada Ahad, 17 Maret 2019.

    Dedi menjelaskan, setelah melakukan ekspose perkara, penyidik akan langsung menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) untuk meningkatkan status perkara tersebut dari penyelidikan ke penyidikan, yang diikuti dengan penetapan tersangka baru.

    Alasan peningkatan status hukum kasus tersebut, kata Dedi, karena ditemukan adanya perbuatan melawan hukum berupa hilangnya uang negara sebesar Rp548 miliar akibat kredit macet.

    "Di situ kan ada perbuatan melawan hukum itu. Harusnya Pak Aher tahu itu sebagai pemegang saham mayoritas di Bank BJB," kata Dedi. Aher yang dimaksud adalah mantan gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Tim penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi telah memeriksa Aher pada Rabu, 13 Maret 2019.

    Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan mantan pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Bank Jabar Banten Syariah (BJBS) bernama Yocie Gusman sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pemberian kredit BJBS kepada debitur atas nama PT Hastuka Sarana Karya periode 2014 hingga 2016.

    Yocie Gusman merupakan bekas Ketua Partai Keadilan Sejahtera Kota Bogor. Yocie diduga tidak menaati prosedur saat memberikan kredit ke AW, selaku pimpinan PT HSK dalam memberikan fasilitas pembiayaan sebesar Rp548 miliar. Dana itu digunakan PT HSK untuk membangun 161 ruko di Garut Super Blok.

    Baca: Ombudsman Persoalkan Penempatan TNI dan Polri di PT Transjakarta

    Penyaluran kredit itu belakangan diketahui dilakukan tanpa agunan. Sebagai debitur, PT HSK malah mengagunkan tanah induk dan bangunan ke bank lain. Setelah dikucurkan, ternyata pembayaran kredit tersebut macet sebesar Rp548 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.