SMRC: Elektabilitas Jokowi 57,6 Persen, Prabowo 31,8 Persen

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Lembaga survei Saiful Mujani Research Center (SMRC) saat menyampaikan rilis hasil surveinya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 10 Maret 2019. TEMPO/Ryan Dwiky Anggriawan

TEMPO.CO, Jakarta - Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyatakan elektabilitas pasangan calon presiden-wakil presiden nomor 01, Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin unggul dari Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Baca juga: Jokowi Gelar Konsolidasi Strategi 30 Hari Menuju Hari Pencoblosan

Survei yang dilakukan pada 24 Februari-5 Maret 2019 itu mencatat bahwa elektabilitas Jokowi - Ma'ruf sebesar 57,6 persen sedangkan Prabowo-Sandi sebesar 31,8 persen.

Adapun 10,6 persen menyatakan tidak tahu atau rahasia. "Bila pilpres diadakan di awal Maret 2019, kemungkinan besar pasangan 01 akan memenangkannya dengan selisih sekitar 26 persen," kata Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan di kantornya, Jakarta, Ahad, 17 Maret 2019.

Mleihat dari tren elektabilitas, Djayadi mengatakan bahwa perolehan suara Jokowi-Ma'ruf mengalami peningkatan dari hasil survei Januari lalu, yaitu 54,9 persen. Sedangkan pasangan nomor 02, Prabowo-Sandi, mengalami penurunan elektabilitas yang pada Januari lalu mencapai 32,1 persen.

Menurut Djayadi, peningkatan suara dukungan terhadap Jokowi - Ma'ruf berhubungan dengan optimisme masyarakat dengan kondisi ekonomi, kemampuan Jokowi memimpin Indonesia, penilaian mengenai perdebatan, serta ketidakpercayaan terhadap berbagai berita bohong dan fitnah yang menyudutkan Jokowi.

Misalnya, Djayadi menuturkan ada 71 persen responden mengaku puas dengan kinerja Jokowi, 66 persen masyarakat yakin kemampuan Jokowi dalam memimpin. Kemudian, 46 persen responden juga menyatakan kondisi ekonomi rumah tangga mereka lebih baik dibandingkan tahun lalu, 46 persen juga menyatakan kondisi ekonomi nasional sekarang lebih baik dibandingkan tahun lalu.

Dari pengalaman Pilpres 2004, 2009, dan 2014, calon yang selalu unggul dalam survei selalu berakhir menjadi pemenang. Dengan gap sekitar 20 persen, Djayadi menilai Jokowi berpeluang menang dari Prabowo jika tidak terjadi kejadian luar biasa dalam 30 hari. "Apakah sebulan cukup waktu untuk game changer? Bisa saja, kalau ada masalah ekonomi, skandal yang menimbulkan masalah besar," ujarnya.

Baca juga: Sandiaga Bandingkan Jokowi dan Ahok Soal Cuti Kampanye

Metodologi yang dipakai SMRC dalam melakukan survei adalah multistage random sampling terhadap 2.820 responden. Adapun responden yang dapat diwawancarai secara valid sebesar 2.479 atau 88 persen, dengan margin of error lebih kurang 2 persen.

Survei ini sedikit berbeda dengan hasil yang diperoleh PolMark Indonesia. Dalam survei PolMark, elektabilitas Jokowi mencapai 40,4 persen sedangkan Prabowo - Sandiaga 25,8 persen dengan undecided voters 33,8 persen. Survei PolMark itu digelar dari Oktober 2018 sampai Februari 2019.






Sindiran Jokowi untuk Pejabat: Krisis Malah ke Luar Negeri, Dipamerin di Instagram

6 menit lalu

Sindiran Jokowi untuk Pejabat: Krisis Malah ke Luar Negeri, Dipamerin di Instagram

Jokowi mengaku sangat selektif memilih kunjungan ke luar negeri. Ia memilih perjalanan yang memberikan manfaat signifikan.


Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

2 jam lalu

Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

Jokowi ingin pengendalian inflasi dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah pusat dan daerah.


Ini Kata Mahasiswa yang Dikunjungi Jokowi di BUMN Startup Day

10 jam lalu

Ini Kata Mahasiswa yang Dikunjungi Jokowi di BUMN Startup Day

Pertamina mengusung lima tim jebolan Pertamuda 2021 di ajang kegiatan BUMN Startup Day. Seluruhnya digawangi mahasiswa: Unair, UI, UGM, UB.


Padam Kompor Listrik Sebelum Sempat Menyala

12 jam lalu

Padam Kompor Listrik Sebelum Sempat Menyala

Program pengalihan kompor elpiji 3 kilogram milik masyarakat menjadi kompor listrik kandas di tengah jalan. Apa sebabnya?


Jokowi Sentil Pejabat yang Pamer Berwisata ke Luar Negeri di Media Sosial

17 jam lalu

Jokowi Sentil Pejabat yang Pamer Berwisata ke Luar Negeri di Media Sosial

Presiden Jokowi menyentil pejabat negara yang memamerkan aktivitas melancongnya ke luar negeri di media sosial. Menurut Jokowi, kegiatan para pejabat itu membuat devisa lari ke luar negeri.


19 Juta Orang Kekurangan Gizi, Moeldoko: Presiden Jokowi Sudah Minta Kita Tanam Apa Saja

17 jam lalu

19 Juta Orang Kekurangan Gizi, Moeldoko: Presiden Jokowi Sudah Minta Kita Tanam Apa Saja

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan kondisi perekonomian di Indonesia dalam keadaan baik.


DKI Ingin MRT Jakarta Segera Akuisisi PT KCI, Realisasikan Instruksi Jokowi

17 jam lalu

DKI Ingin MRT Jakarta Segera Akuisisi PT KCI, Realisasikan Instruksi Jokowi

MRT Jakarta telah meminta penyertaan modal daerah Rp 1,7 triliun untuk mengakuisisi PT KCI. Kondisi fiskal terkendala pandemi Covid-19.


Ajak Kepala Daerah Kompak Tangani Inflasi, Jokowi Sebut Kondisi Ekonomi 2023 Makin Gelap

18 jam lalu

Ajak Kepala Daerah Kompak Tangani Inflasi, Jokowi Sebut Kondisi Ekonomi 2023 Makin Gelap

Presiden Jokowi mengajak seluruh kepala daerah untuk kompak bersama-sama menghadapi ancaman inflasi


Jokowi Tetap Inginkan Pembangunan Infrastruktur Terus Berjalan

18 jam lalu

Jokowi Tetap Inginkan Pembangunan Infrastruktur Terus Berjalan

Jokowi menjelaskan, infrastruktur dibutuhkan karena merupakan fondasi bangsa agar bisa bersaing dengan negara lain.


OPM Sebut Jokowi Penjahat Perang, Moeldoko: Kami Akan Tangkap Mereka

19 jam lalu

OPM Sebut Jokowi Penjahat Perang, Moeldoko: Kami Akan Tangkap Mereka

Kepala Staf Presiden Moeldoko bereaksi keras atas pernyataan TPNPB-OPM menyebut Presiden Jokowi sebagai penjahat perang di Papua.