Gerindra Benarkan Polda Metro Jaya Tangkap Kerabat Jauh Prabowo

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad saat ditemui awak media di gedung Nusantara I, kompleks DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu, 26 September 2018. TEMPO.CO/Francisca Christy Rosana

    Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad saat ditemui awak media di gedung Nusantara I, kompleks DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu, 26 September 2018. TEMPO.CO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengaku sudah mengonfirmasi kabar penangkapan Ramyadjie Priambodo oleh Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya.

    Baca: Pidato di Serang: Prabowo Kagum, Warga Merinding

    Ramyadjie adalah Bendahara Tunas Indonesia Raya (Tidar), organisasi sayap Partai Gerindra. Dia dikabarkan ditangkap dengan tuduhan diduga membobol anjungan tunai mandiri Bank Central Asia atau ATM BCA. "Kalau penangkapan kami sudah konfirmasi, ya memang betul sudah ditangkap," kata Dasco kepada Tempo, Ahad, 17 Maret 2019.

    Berdasarkan informasi yang beredar, ia juga disebut sebagai keponakan calon presiden Prabowo Subianto. Namun, Dasco membantah kabar tersebut. Ia mengatakan Ramyadjie bukan keponakan langsung Prabowo, melainkan kerabat jauh. Dia juga mengaku baru tahu seorang bernama Ramyadjie ini. "Enggak tahu anak dari siapa. Bukan keponakan langsung. Makanya namanya enggak pakai Djojohadikusumo," ujarnya

    Kabar penangkapan Ramyadjie ditulis oleh portal www.portal-indonesia.com. Tautan dan tulisan berjudul "Terungkap: Keponakan Prabowo Diringkus Polda Metro Jaya Karena Membobol Bank BCA" itu beredar di aplikasi perpesanan.

    Infografis: Dua Tim Purnawirawan TNI akan Hadang Prabowo di Pilpres 2019

    Selain kabar penangkapan, beredar pula informasi bahwa uang yang didapat dari membobol ATM BCA itu mengalir ke ormas Tidar dan adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, yang juga merupakan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra.

    Dasco membantah informasi ini. "Bahwa kemudian uang mengalir ke Tidar dan ke Pak Hashim, itu kami konfirmasi seratus persen tidak benar. Itu hoax," kata Direktur Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ini.

    Dasco mengatakan bakal melaporkan pihak-pihak yang menyebarkan informasi itu ke polisi. Dia juga meminta kepolisian segera mengklarifikasi kabar bohong itu.

    "Kami akan melaporkan akun-akun yang sudah mendiskreditkan Pak Hashim dan keluarga besar Gerindra," ujar Dasco.

    Simak juga: Gerindra: PSI Cari Panggung dengan Pernyataan Kontroversial

    Tempo masih berusaha mengkonfirmasi informasi penangkapan tersebut ke Polda Metro Jaya.

    Tonton: Alasan Keluarga Korban Penculikan Aktivis Ogah Dukung Prabowo

    Catatan redaksi: Judul dan isi berita ini sudah diubah pada Ahad, 17 Maret 2019 pukul 15.56 WIB karena ada tambahan penjelasan dari narasumber terkait hubungan darah antara Prabowo dengan Ramyadjie Priambodo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.