Jadi Plt Ketua Umum PPP, Begini Jejak Karier Suharso Monoarfa

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (tengah) didampingi Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy (kiri) dan Ketua Majelis Pertimbangan PPP Suharso Monoarfa menghadiri penutupan Workshop Nasional Anggota DPRD PPP 2018 di Jakarta, 15 Mei 2018. Workshop diikuti oleh 1.200 anggota legislatif. ANTARA/Wahyu Putro A

    Presiden Jokowi (tengah) didampingi Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy (kiri) dan Ketua Majelis Pertimbangan PPP Suharso Monoarfa menghadiri penutupan Workshop Nasional Anggota DPRD PPP 2018 di Jakarta, 15 Mei 2018. Workshop diikuti oleh 1.200 anggota legislatif. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Rapat pengurus harian Partai Persatuan Pembangunan, pada Sabtu, 16 Maret 2019, memutuskan untuk menunjuk Suharso Monoarfa sebagai pelaksana tugas Ketua Umum PPP. Suharso terpilih menggantikan ketua umum sebelumnya, Romahurmuziy atau Romy, yang menjadi tersangka kasus suap.

    Baca juga: Kiai Maimun Zubair Usul Suharso Monoarfa Jadi Plt Ketum PPP

    Penunjukan Suharso merupakan usulan dari Ketua Majelis Syariah PPP Maimun Zubair. Ia dipilih lantaran saat ini menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Pria kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat itu merupakan kader senior di partainya.

    Berdasarkan laman wantimpres.go.id, karier Suharso di era pemerintahan Megawati Soekarnoputri ialah menjadi staf khusus Wakil Presiden periode 2002-2004. Wakil presiden saat itu ialah Hamzah Haz yang juga Ketua Umum PPP periode 1998-2007.

    Sedangkan di pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, pria 64 tahun itu ditunjuk sebagai Menteri Perumahan Rakyat periode 2009-2011. Suharso juga pernah menjadi anggota DPR RI periode 2004-2009. Sejak 2015, alumni ITB itu ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai anggota wantimpres.

    Selain menjadi politikus, karier Suharso di bidang profesional juga cukup banyak. Ia pernah menjadi Direktur Penerbitan PT Iqro, Bandung (1979-1982); General Manager PT First Nobel, Gobel Group (1982-1986); Direktur Nusa Consultant (1986-1990); Direktur, Corporate Secretary, PT Bukaka Teknik Utama (1991-1997).

    Kemudian ia pernah menjabat Chairman PT Batavindo Kridanusa (1996-2000); Direktur PT. Bukaka Sembawang Int. (1997-2000); Chairman PT. Argo Utama Global (1998-2002); dan Chairman Rheno Resources (2012).

    Baca juga: Ikut Rapat Status Romahurmuziy, Kiai Maimun Zubair Datangi PPP

    Setelah menyelesaikan pendidikan S1 di Departemen Planologi ITB pada 1979, Suharso Monoarfa melanjutkan S2 jurusan Executive Program University of Michigan, AS, pada 1995. Ia juga mengambil S2 Executive Development Program di University of Standard, AS, pada 1994. Pada 2014, Suharso menerima gelar Dr. Honoris Causa bidang bisnis oleh William Business College, University of Sydney, Australia, pada 2014.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.