PPP Muktamar Jakarta Soal Kemungkinan Bersatu dengan Kubu Romy

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Humprey Djemat memberikan keterangan soal perusakan kantor DPP PPP di Jalan Diponegoro, Jakarta, Ahad 15 Juli 2017. Tempo/Arkhelaus

    Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Humprey Djemat memberikan keterangan soal perusakan kantor DPP PPP di Jalan Diponegoro, Jakarta, Ahad 15 Juli 2017. Tempo/Arkhelaus

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muktamar Jakarta Humphrey Djemat mengaku belum mengetahui bagaimana sikap Suharso Monoarfa, pelaksana tugas Ketua Umum PPP menggantikan Romahurmuziy yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi. "Saya tidak tahu pemikiran Pak Suharso mengenai penyatuan PPP," kata Humphrey kepada Tempo, Sabtu malam, 16 Maret 2019. Menurut dia, selama ini Suharso orang di belakang layar di PPP Romahurmuziy.

    Humphrey sebelumnya mengatakan perkara yang menimpa Romi, sapaan Romahurmuziy, merupakan peringatan agar PPP introspeksi dan bersatu kembali. "Kejadian musibah ini teguran Allah agar PPP introspeksi dan berakhklak karimah, serta menjauhi perpecahan yang berlangsung cukup lama.” Romi menjadi tersangka dan tahanan KPK atas dugaan kasus suap jabatan di Kementerian Agama.

    Baca: Plt Ketum PPP Doakan Romahurmuziy Tabah Menghadapi Kasusnya

    Kini, kata Humprey, adalah saat PPP menyatukan diri sejak pecah menjadi dua kubu pada 2014. Kubu Muktamar Jakarta memilih Djan Faridz sebagai ketua umum, sedangkan Muktamar Surabaya memenangkan Romy. Namun, Romy yang mengantongi surat keputusan dari Menteri Hukum dan HAM.

    Djan Faridz menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara. Menang hingga tingkat kasasi, Djan kalah di peninjauan kembali. Perpecahan berlanjut. November lalu, Djan mundur dari jabatan Ketua Umum PPP Muktamar Jakarta dan digantikan Humphrey Djemat.

    Baca: Humphrey Djemat Sebut Kasus Romahurmuziy Peringatan untuk PPP

    Kedua kubu di PPP ini berbeda sikap di pemilihan presiden 2019. Kubu Romy mengusung pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin. Sedangkan PPP Muktamar Jakarta mendukung Prabowo - Sandiaga Uno.

    Meski begitu, Humphrey mengatakan tak ingin tergesa memaksakan dualisme berakhir. Dia mengaku ingin membiarkan proses berjalan alami. Humphrey juga mengatakan bakal menemui Suharso, tetapi belum memastikan kapan waktunya. "Biarlah semuanya berjalan secara alamiah.” Siapa tahu musibah OTT Romahurmuziy memberikan hikmah bagi PPP bersatu.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | REZKI ALVIONITA | FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.