Pengurus PPP Mengaku Tak Tahu Kasus Suap yang Melibatkan Romy

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera membenarkan adanya kabar salah seorang ketua umum partai politik terjaring OTT. Informasi yang berkembang, OTT dilakukan terhadap Ketua Umum PPP Romahurmuziy. ANTARA

    Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera membenarkan adanya kabar salah seorang ketua umum partai politik terjaring OTT. Informasi yang berkembang, OTT dilakukan terhadap Ketua Umum PPP Romahurmuziy. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan Arsul Sani mengatakan bahwa jajaran pengurus partai sama sekali tidak mengetahui kasus yang melibatkan Ketua Umum PPP Romahurmuziy atau Romy dalam operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Komisi antirasuah menangkap Romy di Surabaya pada Jumat, 15 Maret 2019.

    Baca: Isi Lengkap Surat Terbuka Ketua Umum PPP Romahurmuziy

    "Kami memohon maaf ada peristiwa ini, yang kami DPP sebagai pengurus harian, kami tidak mengetahuinya sama sekali," kata Arsul dalam konferensi pers di DPP PPP, Jakarta, Sabtu, 16 Maret 2019.

    Arsul mengatakan tidak ada satu pun kebijakan partai yang memutuskan untuk menyetujui para pejabat partai untuk memberi toleransi atas tindakan yang melanggar hukum. Karena itu, PPP menghormati sepenuhnya proses hukum yang dijalankan KPK terhadap siapa pun, termasuk Ketua Umum PPP.

    Menurut Arsul, PPP percaya bahwa KPK akan melakukan proses hukum secara adil dan mengedepankan asas praduga tak bersalah. Sehingga, PPP tidak akan bereaksi negatif terhadap apa yang dilakukan KPK.

    "Kami juga menyampaikan pada jajaran partai agar menghormati proses hukum dan tidak melakukan hal-hal baik secara statement dan tindakan yang bersifat penghambatan proses yang dilakukan KPK. Kita hormati KPK sebagai lembaga penegakan hukum," kata Arsul.

    Romahurmuziy resmi ditetapkan sebagai tersangka perkara dugaan suap seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Agama Tahun 2018-2019. Ia ditetapkan sebagai tersangka penerima suap oleh KPK.

    Baca: Begini Kronologi OTT Romahurmuziy, Sempat Ada Kejar-kejaran

    Dalam perkara suap ini, KPK menduga Romahurmuziy bersama-sama dengan pihak Kementerian Agama menerima suap untuk mempengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.