Pesan Menag Soal Integritas ke Pejabat yang Kena OTT Romahurmuziy

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin (tengah) menghadiri Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) V Tahun 2018 di Muarojambi, Jambi, Kamis, 25 Oktober 2018. PPSN digelar di Bumi Perkemahan Abdurrahman Sayoeti-Musa Sungaigelam. ANTARA/Wahdi Septiawan

    Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin (tengah) menghadiri Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) V Tahun 2018 di Muarojambi, Jambi, Kamis, 25 Oktober 2018. PPSN digelar di Bumi Perkemahan Abdurrahman Sayoeti-Musa Sungaigelam. ANTARA/Wahdi Septiawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Para pejabat di lingkungan Kementerian Agama ikut terseret dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap Ketua Umum PPP Romahurmuziy di Jawa Timur.

    Baca juga: Romahurmuziy Ketua Umum PPP Kedua yang Berurusan dengan KPK

    Menteri Agama, pada saat pelantikan pejabat Eselon II Jawa Timur, telah mengingatkan kepada para pejabat kementerian dan Kantor Wilayah Agama untuk selalu memegang teguh integritas dan menjauhi segala bentuk penyimpangan-penyimpangan.

    "Dikenang sebagai pejabat yang hebat dan pintar tidak terlalu sulit. Tapi dikenang sebagai pejabat yang berintegritas dan berkarakter membutuhkan keteguhan yang kuat," kata Lukman dalam siaran tertulis Kementerian Agama, seperti ditayangkan dalam situs kementerian pada Selasa, 5 Maret 2019

    Lukman juga meminta Pejabat Eselon I dan II untuk senantiasa mengejawantahkan tiga mantra yang telah dikukuhkan, yaitu: moderasi beragama, selalu menjaga kebersamaan umat, dan melakukan integrasi data. "Kepada saudara yang baru saja dilantik, Saya titipkan untuk senantiasa menjaga nama baik Kementerian Agama," ujarnya.

    Baca juga: Romy PPP Kena OTT KPK, Jubir BPN Prabowo Ingat Suryadharma Ali

    KPK menangkap Romahurmuziy di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Jalan Raya Juanda, Kabupaten Sidoarjo, Jumat 15 Maret 2019 sekitar pukul 09.00 WIB. Penangkapan diduga berkaitan dengan kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama baik di pusat maupun daerah.

    Selain Romahurmuziy, KPK juga menangkap Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur Haris Hasanudin. Haris ikut dilantik oleh Menteri Agama pada 5 Maret itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.