Akbar Tanjung Sebut Nasdem Punya Niat Jahat ke Golkar

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tanjung. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tanjung. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COTangerang Selatan - Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar Akbar Tanjung dalam pidato koordinasi anggota Partai Golkar Provinsi Banten mengatakan Partai Nasdem memiliki niat jahat terhadap Partai Golkar.

    Baca juga: OTT Romahurmuziy, Akbar Tandjung: Ada Efek Kepada PPP

    "Kalau dalam soal kompetisi sih ya boleh-boleh saja, kalau kompetisi kita harus selalu siap, tapi kalau orang punya indikasi jahat ya kita harus waspada," kata Akbar usai konsolidasi Partai Golkar di Gedung Intermark BSD, Jumat, 15 Maret 2019.

    Menurut Akbar Tanjung, dirinya tidak perlu menyebut indikasi jahatnya seperti apa. Ia hanya mengatakan bahwa ada suatu indikasi jahat yang dirasakannya.

    "Saya tidak dalam posisi memerintahkan ke kader, hanya saya rasa ada niat- niat yang tidak baik, ini tidak ada hubungannya dengan pemerintah, kalau di pemerintah semuanya kita satu," ujar Akbar.

    Akbar Tanjung menambahkan, apabila dalam kompetisi tidak apa- apa dan kalaupun menang akan diberikan dukungan.

    Dalam pertemuan koordinasi anggota partai Golkar provinsi Banten itu, Akbar Tanjung menyemangati para caleg yang hadir dalam pertemuan itu.

    Selain Akbar Tanjung, hadir pula Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartato, Ketua DPD I Golkar Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah, dan Ketua DPD Golkar Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany. 

    Baca juga: OTT Romahurmuziy, Ketua KPK: Uangnya Tidak Banyak tapi...

    Dalam beberapa kesempatan petinggi Partai Golkar, termasuk Akbar Tanjung, menilai berpindahnya elite Partai Golkar ke Partai Nasdem karena dipengaruhi oleh petinggi Partai Nasdem.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.