OTT Romahurmuziy, Ketua KPK: Uangnya Tidak Banyak tapi...

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum DPP PPP periode 2016-2021 terpilih, Romahurmuziy setibanya di Gedung KPK untuk menjenguk Suryadharma Ali, Jakarta, 11 April 2016. Suryadharma Ali yang merupakan mantan Ketua PPP terjerat kasus korupsi penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama tahun 2010-2012 dan kini mendekap di Rutan KPK cabang Guntur. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ketua Umum DPP PPP periode 2016-2021 terpilih, Romahurmuziy setibanya di Gedung KPK untuk menjenguk Suryadharma Ali, Jakarta, 11 April 2016. Suryadharma Ali yang merupakan mantan Ketua PPP terjerat kasus korupsi penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama tahun 2010-2012 dan kini mendekap di Rutan KPK cabang Guntur. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan bahwa terdapat sejumlah uang yang diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan atau OTT Romahurmuziy alias Rommy. Menurut Agus, jumlah uang yang disita dalam penangkapan terhadap Ketua Umum Partai Pesatuan Pembangunan (PPP) itu tidak banyak.

    Baca: Soal Rommy PPP Kena OTT KPK, Begini Penjelasan Polda Jawa Timur

    "Uangnya tidak banyak, tapi saya belum terima laporan lengkap. Yang perlu dicatat ini bukan pemberian yang pertama, karena sebelumnya juga yang bersangkutan pernah memberikan," kata Agus Rahardjo di gedung KPK Jakarta, Jumat, 15 Maret 2019.

    Dalam OTT di Sidorajo, Jawa Timur itu, KPK mengamankan 6 orang. Lokasi OTT tepatnya di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Jalan Raya Juanda, Kabupaten Sidoarjo, sekitar pukul 09.00 WIB pada Jumat, 15 Maret 2019.

    Selain Rommy yang posisinya sebagai penyelenggara negara yaitu Ketua Fraksi PPP sekaligus anggota Komisi XI DPR, terdapat 2-3 orang pejabat Kementerian Agama, satu staf penyelenggara negara dan satu orang dari swasta.

    Agus belum mengonfirmasi status hukum Rommy. "Saya belum bisa mengkonfirmasi itu ya, karena masih menunggu pemeriksaan," kata Agus sembari menambahkan bahwa penerimaan suap itu terkait dengan promosi jabatan. "Terkait dengan suap untuk menjabat tertentu kemudian yang bersangkutan menerima suap".

    Sedangkan mengenai modus penerimaan suap itu, Agus belum menjelaskannnya. "Tunggu saja karena terus terang pemeriksaannya belum selesai. Anda tunggu saja kemudian nanti malam atau besok akan konpers mengenai ini," ungkap Agus yang mengaku KPK menerima laporan masyarakat yang kemudian diverifikasi.

    Selanjutnya Rommy tiba di Gedung KPK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.