Kata JK Soal Penangkapan Romy PPP dalam OTT KPK

Reporter

Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menghadiri penandatanganan perjanjian kemitraaan ekonomi Indonesia - Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IACEPA), di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Senin, 4 Maret 2019. Foto: Biro Pers Wakil Presiden

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin, Jusuf Kalla, ikut menanggapi tertangkapnya Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy atau Romy PPP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). JK menilai penangkapan ini dapat berpengaruh kepada koalisi partai pendukung Jokowi - Ma'ruf.

Baca: Romy PPP Kena OTT KPK, Jubir BPN Prabowo Ingat Suryadharma Ali

"Ya pastilah (berpengaruh), terutama efeknya ke PPP. Kalau PPP (terkena) efek, yang lain juga punya efek," kata JK saat ditemui di kantor Wakil Presiden RI di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat, 15 Maret 2019.

Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera membenarkan adanya kabar salah seorang ketua umum partai politik terjaring OTT. Informasi yang berkembang, OTT dilakukan terhadap Ketua Umum PPP Romahurmuziy. ANTARA

JK mengaku belum tahu banyak terkait penangkapan Romy. Ia meminta agar tak banyak berspekulasi terkait status dan kondisi Romy sebelum KPK memberi keterangan resmi.

Romy dikabarkan ditangkap di Jawa Timur. Saat ini ia sedang diperiksa KPK di Kepolisian Daerah Jawa Timur, Surabaya. Status Romy akan ditentukan seusai pemeriksaan.

KPK memiliki waktu 1 x 24 jam setelah penangkapan untuk memastikan status hukum pihak-pihak yang dijaring melalu OTT. Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka biasanya akan langsung ditahan.

Baca: Romahurmuziy Ketua Umum PPP Kedua yang Berurusan dengan KPK

PPP merupakan salah satu partai bagian dari koalisi yang mendukung pasangan calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo - Ma'ruf Amin. Nama Romahurmuziy juga disebut-sebut pernah masuk dalam bursa calon wakil presiden untuk mendampingi Jokowi.

ANDITA RAHMA






JK Akui Pertama Kali Usulkan Sistem Proporsional Terbuka

21 hari lalu

JK Akui Pertama Kali Usulkan Sistem Proporsional Terbuka

JK mengatakan dalam pelaksanaannya sistem proporsional tertutup calon cenderung tidak berkampanye melainkan partai yang kampanye.


Eks Napi Korupsi Romahurmuziy Hadiri Harlah PPP, Sebut Hak Politiknya Tak Dicabut

22 hari lalu

Eks Napi Korupsi Romahurmuziy Hadiri Harlah PPP, Sebut Hak Politiknya Tak Dicabut

Muhammad Romahurmuziy atau Rommy hadir dalam peringatan Harlah PPP ke 50 yang dipusatkan di Stadion Kridosono Yogyakarta


Hadiri Harlah PPP di Yogya, Sandiaga Uno Berpantun Jemput Kemenangan

22 hari lalu

Hadiri Harlah PPP di Yogya, Sandiaga Uno Berpantun Jemput Kemenangan

Sandiaga Uno disambut meriah oleh massa dan simpatisan PPP.


Anak Haji Lulung, Ketua PPP DKI, Bela Romahurmuziy Kembali Jadi Elite Partai Ka'bah

25 hari lalu

Anak Haji Lulung, Ketua PPP DKI, Bela Romahurmuziy Kembali Jadi Elite Partai Ka'bah

Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan Guruh Tirta Lunggana menanggapi kegaduhan setelah Muhammad Romahurmuziy kembali masuk DPP PPP.


Romahurmuziy Kembali ke PPP, Berikut Kilas Balik Kasus Korupsi yang Menjeratnya

26 hari lalu

Romahurmuziy Kembali ke PPP, Berikut Kilas Balik Kasus Korupsi yang Menjeratnya

Eks narapidana korupsi, Romahurmuziy, terjun kembali ke politik. Berikut kilas balik kasusnya.


Romahurmuziy Kembali ke PPP, Bolehkah Napi Korupsi Terjun ke Politik?

26 hari lalu

Romahurmuziy Kembali ke PPP, Bolehkah Napi Korupsi Terjun ke Politik?

Larangan partai politik menyertakan napi korupsi dalam pemilu sebenarnya pernah diatur dalam Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018. Namun dianulir MA.


Romahurmuziy Balik ke PPP, Mardiono Bilang Partainya Dukung Pemberantasan Korupsi

26 hari lalu

Romahurmuziy Balik ke PPP, Mardiono Bilang Partainya Dukung Pemberantasan Korupsi

Mardiono menyebut pihaknya tidak bisa menutup hak politik Romahurmuziy yang ingin kembali ke PPP.


PPP Harapkan Romahurmuziy Jadi Duta Antikorupsi Setelah Kembali Masuk Partai

27 hari lalu

PPP Harapkan Romahurmuziy Jadi Duta Antikorupsi Setelah Kembali Masuk Partai

Alasan lain Mardiono masih mau menerima Romahurmuziy di PPP karena usianya masih muda tapi punya banyak pengalaman.


Romahurmuziy Kembali Ke PPP, Eks Penyidik KPK: Tak Mengejutkan

27 hari lalu

Romahurmuziy Kembali Ke PPP, Eks Penyidik KPK: Tak Mengejutkan

Kembalinya eks napi korupsi Romahurmuziy ke PPP dinilai bukan hal yang mengejutkan. Komitmen pemberantasan korupsi mengkhawatirkan.


Tak Hanya Romahurmuziy, Ini Sederet Nama Eks Narapidana yang Kembali Berkiprah di Parpol

27 hari lalu

Tak Hanya Romahurmuziy, Ini Sederet Nama Eks Narapidana yang Kembali Berkiprah di Parpol

Eks Ketum PPP Romahurmuziy kembali menjadi pengurus di partai ramai menjadi pembicaraan. Berikut ini napi yang kembali masuk politik