Ribut Agum, SBY Minta Kader Batasi Info yang Ganggu Ani Yudhoyono

Ani Yudhoyono ditemani suaminya mantan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, saat dirawat di rumah sakit National University Singapura. Ani Yudhoyono mengidap penyakit kanker darah setelah sepulang dari Aceh. Instagram/@aniyudhoyono

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta para kadernya agar tak menyampaikan informasi yang mengganggu istrinya, Kristiani Herawati atau Ani Yudhoyono. Ani tengah menjalani perawatan di National University Hospital Singapura karena kanker darah.

"Teman-teman, utamanya para kader Demokrat. Setelah hampir 3 bulan saya "berpuasa" dan tidak berinteraksi di dunia media sosial. Maaf, kali ini saya ingin menyampaikan sesuatu," kata SBY membuka pesan. Permintaan ini disampaikan SBY menyusul beredarnya pernyataan anggota Dewan Pertimbangan Presiden Agum Gumelar melalui sebuah video baru-baru ini.

Baca: AHY Sebut Ucapan Agum Gumelar Soal SBY Subyektif dan Tendensius

Dalam video itu, Agum juga menyinggung SBY dengan menyebutnya tidak berprinsip. Tempo menerima salinan pesan itu dari dua elite Partai Demokrat.

SBY mengatakan, Ani Yudhoyono selama ini memang masih aktif berkomunikasi dengan para kader Demokrat. Dia mengerti Ani tak ingin hidup menyendiri lantaran sedang berjuang melawan sakitnya. Namun, SBY mewanti-wanti agar para kadernya tak menyampaikan informasi yang bisa mengganggu pikiran istrinya.

"Sekali lagi, tolong ikut menjaga hati dan perasaan Ibu Ani dengan cara membatasi penyampaian berita atau isu yang bisa menambah beban pikirannya." SBY bercerita tadi malam ia harus menenangkan Ani yang terganggu dengan pernyataan Agum Gumelar. Agum dalam video yang beredar Ahad lalu itu mengaku heran dengan keputusan SBY mendukung Prabowo di pemilihan presiden 2019.

Agum dan SBY sama-sama anggota Dewan Kehormatan Perwira yang menandatangani rekomendasi pemecatan Prabowo dari militer pada 1998. DKP menyatakan Prabowo bersalah dalam peristiwa penculikan dan penghilangan paksa aktivis 98. "Ya walaupun saya heran, ini yang tanda tangan rekomendasi kok malah sekarang mendukung. Tidak punya prinsip itu orang."

Baca: Agum Gumelar Heran SBY Dukung Prabowo, Demokrat: Salahkan Jokowi

SBY mengatakan tak ada angin dan hujan Agum melontarkan pernyataan yang menyerang dan mendiskreditkannya. Ani, kata SBY, nampak tak senang dengan kata-kata Agum yang menyebutnya tidak punya prinsip.

SBY mengaku sedih melihat Ani sedih. "Tentu, sebagai pendamping setia Ibu Ani saya sedih kalau ada berita yang justru menggangu hati dan pikirannya."

Hal lain yang membuat Ani sedih ialah hubungan baik mereka selama ini dengan Agum dan keluarganya. Istri Agum, Linda Gumelar bahkan pernah membantunya di kabinet. Sewaktu SBY menjadi presiden di periode kedua, Linda Gumelar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. "Ibu Ani juga sangat sayang kepada Ibu Linda Gumelar."






Bicara Peta Pilpres 2024, Cak Imin Tak Mau Model Konflik Pemilu 2019 Terulang

11 jam lalu

Bicara Peta Pilpres 2024, Cak Imin Tak Mau Model Konflik Pemilu 2019 Terulang

Cak Imin mendorong agar model-model konflik di masyarakat yang sempat terjadi pada Pemilu 2019 silam tak terulang lagi.


Soal Peluang Jadi Cawapres Prabowo atau Puan, Cak Imin: Nanti Kita Bicarakan Tuntas

13 jam lalu

Soal Peluang Jadi Cawapres Prabowo atau Puan, Cak Imin: Nanti Kita Bicarakan Tuntas

Saat ini, kata Cak Imin, koalisi yang dibangun antara Partai Gerindra dan PKB terus mengalir dan diisi dengan sejumlah aktivitas.


Partai Gerindra Ungkap Cak Imin Sosok Paling Potensial Jadi Wakil Prabowo

18 jam lalu

Partai Gerindra Ungkap Cak Imin Sosok Paling Potensial Jadi Wakil Prabowo

Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, menjadi kandidat terkuat untuk mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, di Pilpres 2024


PDIP Ungkap Tak Bisa Menolak Keinginan Cak Imin Jadi Wapres Puan Maharani

19 jam lalu

PDIP Ungkap Tak Bisa Menolak Keinginan Cak Imin Jadi Wapres Puan Maharani

Said Abdullah, mengaku menghargai wacana duet Puan Maharani dengan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin pada Pilpres 2024.


Gugatan Sekber Prabowo-Jokowi, PDIP Sebut Jokowi Tidak Gila Kekuasaan

20 jam lalu

Gugatan Sekber Prabowo-Jokowi, PDIP Sebut Jokowi Tidak Gila Kekuasaan

Sekber mengajukan gugatan judicial review atas Pasal 169 huruf n UU Pemilu untuk merealisasikan agar Prabowo-Jokowi bisa maju Pilpres 2024


Peluang Duet Puan - Cak Imin, PKB: Harus Ngobrol Lagi dengan Prabowo

1 hari lalu

Peluang Duet Puan - Cak Imin, PKB: Harus Ngobrol Lagi dengan Prabowo

Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, menyebut maksud Cak Imin mendoakan Puan untuk membesarkan hati Ketua DPP PDIP tersebut.


Tetap Usung Cak Imin Jadi Capres 2024, PKB: Mandat Muktamar Harga Mati

1 hari lalu

Tetap Usung Cak Imin Jadi Capres 2024, PKB: Mandat Muktamar Harga Mati

PKB menyebut mandat muktamar partai itu adalah mengusung Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai capres 2024.


Ada yang Dorong Jokowi Jadi Cawapres, Politikus PDIP: Dia Tak Gila Kekuasaan

1 hari lalu

Ada yang Dorong Jokowi Jadi Cawapres, Politikus PDIP: Dia Tak Gila Kekuasaan

Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengatakan, Jokowi bukan orang yang serendah itu untuk serta-merta menerima jika diajukan sebagai calon wakil presiden.


Hari Kelahiran Rachmawati Soekarnoputri: Rachma dan Megawati, Adik Kakak Kerap Selisih Jalan

1 hari lalu

Hari Kelahiran Rachmawati Soekarnoputri: Rachma dan Megawati, Adik Kakak Kerap Selisih Jalan

Rachmawati Soekarnoputri kelahiran 27 September 1950. Dalam panggung politik ia kerap tak sepakat dengan Megawati, kakaknya.


Politik dan Bisnis Suharso Monoarfa, Kepala Bappenas yang Ditunjuk Jokowi Jadi Koordinator SDGs 2024

1 hari lalu

Politik dan Bisnis Suharso Monoarfa, Kepala Bappenas yang Ditunjuk Jokowi Jadi Koordinator SDGs 2024

Jokowi menunjuk Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menjadi Koordinator Pelaksana di Dewan Pengarah Nasional SDGs 2024. Ini profil politik dan bisnisnya.