TKN Maraton Simulasi Agar Ma'ruf Amin Terbiasa Waktu Debat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Presiden nomor urut 01 K.H. Maruf Amin berziarah ke Makam Syekh H Muh Arsyad Al Banjary (Datu Kalampayan) di Kelampayan, Martapura, Kalimantan Selatan, Jumat 25 Januari 2019. K.H. Maruf Amin melakukan serangkaian kegiatan ke sejumlah daerah di Kalimantan Selatan, antara lain melakukan ziarah dan menghadiri Banua Bertablig. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

    Calon Wakil Presiden nomor urut 01 K.H. Maruf Amin berziarah ke Makam Syekh H Muh Arsyad Al Banjary (Datu Kalampayan) di Kelampayan, Martapura, Kalimantan Selatan, Jumat 25 Januari 2019. K.H. Maruf Amin melakukan serangkaian kegiatan ke sejumlah daerah di Kalimantan Selatan, antara lain melakukan ziarah dan menghadiri Banua Bertablig. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi - Ma’ruf Amin, Usman Kansong membenarkan, calon wakil presiden inkumben bermasalah dengan persoalan waktu berbicara dalam debat.

    Baca: Ma'ruf Amin Akan Tampil dalam Gaya Tausiyah di Debat Cawapres

    Usman mengatakan, akan melakukan dua kali simulasi agar Ma’ruf terbiasa berbicara dengan batasan waktu. “Ya memang Abah mengakui problem di soal waktu. Karena beliau kan biasa ceramah yang waktunya relatif panjang. Debat kali ini kami masih terus simulasikan,” kata Usman ditemui Tempo di Media Center Jokowi - Ma’ruf, Jalan Cemara, Jakarta, Kamis, 14 Februari 2019.

    Sebelumnya sudah dua kali, Ma’ruf menyatakan, manajemen waktu adalah kelemahannya dalam debat. Pertama, pada saat ia menerima tamu selebritis dan influencer di kediamannya, 8 Maret lalu. Saat itu ia mengatakan tidak bisa lepas berbicara karena kesulitan dengan adanya waktu, tata lampu, serta sorakan pendukung.

    Kedua, Ma’ruf mengakui itu kepada wartawan, selepas melakukan simulasi debat di Gedung High End, Jakarta, 12 Maret. "Paling sulit itu memanajemen waktu,” ujar mantan Rais Am Nahdlatul Ulama ini sambil tertawa.

    Selain berlatih, Usman mengatakan pada debat ketiga waktu juga relatif lebih panjang. Penambahan waktu satu menit pada segmen penyampaian visi misi, serta pernyataan penutup, kata Usman, akan cukup membantu Ma’ruf dengan masalahnya tersebut.

    Berbeda dengan saat latihan, kata Usman, saat debat sisa waktu tidak akan diperlihatkan kepada para kandidat. Sehingga yang mengatur waktu sepenuhnya ditugaskan kepada moderator. “Secara psikologis lebih merasa leluasa,” kata Usman.

    Simak juga: Ini Amunisi Ma'ruf Amin Hadang Sandiaga di Debat Pilpres Ketiga

    Terakhir, Usman menambahkan, pada debat ketiga ini karena hanya antar cawapres, yang berarti tanpa melibatkan Jokowi, Ma’ruf Amin bisa lebih leluasa berbicara. “Di debat berikutnya ini, kan gak ada Pak Jokowi. Abah lebih bebas dia menjelaskannya,” kata Direktur Pemberitaan Media Indonesia nonaktif tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.