Densus 88 Tangkap 2 Perempuan Terduga Jaringan Teroris Sibolga

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil paramedis dan polisi teknik bom terparkir di lokasi terjadinya ledakan yang diduga bom saat penggerebekan terduga teroris di kawasan Jalan KH Ahmad Dahlan, Pancuran Bambu, Kota Siboga,  Sumatera Utara, Selasa, 12 Maret 2019. ANTARA

    Mobil paramedis dan polisi teknik bom terparkir di lokasi terjadinya ledakan yang diduga bom saat penggerebekan terduga teroris di kawasan Jalan KH Ahmad Dahlan, Pancuran Bambu, Kota Siboga, Sumatera Utara, Selasa, 12 Maret 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Medan - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror menangkap dua orang perempuan berinisial R dan M yang diduga bagian jaringan teroris Sibolga. Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Inspektur Jenderal Agus Andrianto mengkonfirmasi penangkapan ini. "Benar, ada dua orang", kata Agus pada Kamis, 14 Maret 2019.

    Baca: Polisi Sebut Istri Terduga Teroris Sibolga Lebih Radikal

    Dari informasi yang didapat, R merupakan warga Jalan Ampera, Desa Bagan Pekan, Kecamatan Tanjungbalai Asahan, Kabupaten Asahan. Ia ditangkap di Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai.

    R juga diketahui merupakan mantan istri Hendri Syahli Manurung, warga Tanjungbalai yang diduga merupakan anggota jaringan Jamaah Anshrorut Daulah kelompok Syaiful. Densus 88 menembak Hendri pada Oktober 2018. Sementara itu, M ditangkap di Kabupaten Tapanuli Tengah.

    Sehingga, sudah ada 5 orang yang ditangkap terkait jaringan teroris Sibolga. Tiga orang lainnya adalah Husain alias Abu Hamzah, Asmir Khoir alias Ameng  dan dan ZP alias Ogek Zul.

    Simak juga: Wiranto: Tidak Ada Kaitan antara Teroris Sibolga dengan Pemilu

    Sedangkan satu orang terduga jaringan teroris Sibolga atas nama Marnita Sari boru Hutahuruk alias Solimah (istri Husain) tewas setelah menolak menyerah dan memilih meledakkan diri saat penggerebekan di rumahnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.