Politisi PKB Minta Agum Gumelar Terbuka Soal Penculikan Aktivis

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Selain bertemu Agum Gumelar, dalam kesempatan ini Prabowo bersilahturahmi dengan sejumlah purnawirawan jenderal sekaligus memaparkan visi misinya sebagai calon presiden. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Selain bertemu Agum Gumelar, dalam kesempatan ini Prabowo bersilahturahmi dengan sejumlah purnawirawan jenderal sekaligus memaparkan visi misinya sebagai calon presiden. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa,  Faisol Riza meminta Jenderal TNI (purn) Agum Gumelar menjelaskan kepada publik hasil keputusan Dewan Kehormatan Perwira (DKP) mengenai penculikan aktivis 1997-1998. Menurut dia, proses dan lokasi penculikan pasti sudah diketahui oleh seluruh anggota DKP. "Itu mudah dan biasa dioperasi mereka," ujar Riza kepada Tempo, Rabu, 13 Maret 2019.

    Faizol mengatakan jika Agum Gumelar langsung berbicara kepada publik, semuanya bisa lebih jelas. "Supaya bisa bagus buat kita semua."

    Baca: Sejumlah Keluarga Korban Penculikan Nyatakan Tak Dukung Prabowo

    Sebagai korban penculikan yang dibebaskan, Faisol bercerita bahwa peristiwa penculikan aktivis 98 di bawah komando langsung dari Prabowo Subianto. "Kan sudah diadili di pengadilan, mahkamah militer," kata dia.

    Faisol adalah salah satu dari sembilan korban penculikan yang kemudian dilepaskan. Delapan orang lainnya yaitu Desmond J Mahesa, Pius Lustrilanang, Rahardjo Walujo Djati, Nezar Patria, Aan Rusdiyanto, Mugiyanto, Andi Arief, dan Haryanto Taslam (almarhum).

    Sebanyak 13 orang hilang sampai saat ini. Para aktivis yang hilang adalah Wiji Thukul, Petrus Bima Anugrah, Suyat, Yani Afri, Herman Hendrawan, Dedi Hamdun, Sony, Noval Alkatiri, Ismail, Ucok Siahaan, Yadin Muhidin, Hendra Hambali, dan Abdun Nasser.

    Baca: Nyanyian Agum Gumelar Soal Penculikan 1998 dan Pemecatan Prabowo

    Jenderal TNI (purn) Agum Gumelar menghebohkan media sosial dengan kisahnya yang beredar lewat sebuah video baru-baru ini. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Joko Widodo ini membeberkan kesalahan calon presiden Prabowo Subianto sebagai pelaku pelanggaran HAM berat.

    Agum waktu itu menjadi salah satu anggota Dewan Kehormatan Perwira yang ikut menyidangkan Prabowo Subianto. Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus sebelum Prabowo ini mengaku bicara dari hati ke hati dengan anggota Tim Mawar, tim yang kemudian diketahui publik sebagai penculik dan menghilangkan aktivis 98, mantan bekas anak buahnya. "Ketika dari hati ke hati dengan mereka, di situlah saya tahu di mana matinya orang-orang itu, di mana dibuangnya, saya tahu detail," kata Agum Gumelar dalam sebuah video yang diunggah Ulin Niam Yusron di akun Facebooknya, Ahad, 10 Maret 2019.

    Tonton: Video Agum Gumelar soal Prabowo Dipecat dari TNI, Ini Respons BPN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.