Imigrasi Jawa Timur Pastikan Tak Ada Lonjakan WNA Jelang Pilpres

Ilustrasi paspor. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Kantor Imigrasi Jawa Timur memastikan tak ada penambahan jumlah warga negara asing alias WNA menjelang pemilihan presiden 2019.  Kepala Divisi Keimigrasian Kemenkumham Jawa Timur Zakaria mengatakan jumlah warga negara asing pemegang Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) di Jawa Timur saat ini kurang lebih 2.000 orang.

 
 
Zakaria menjelaskan ini guna membantah kabar bahwa banyak warga negara asing masuk ke Jawa Timur untuk ikut mencoblos di beberapa daerah. Dia mengungkapkan para pemegang KITAS itu berprofesi sebagai tenaga kerja, perempuan yang ikut suaminya di Indonesia, serta mahasiswa dan santri.

“Sebagian besar dari Malaysia dan Thailand,” kata dia kepada Tempo di sela pelaksanaan rapat koordinasi pengawasan orang asing di Kediri, Selasa 12 Maret 2019. Jumlah 2000 tersebut, menurut Zakaria, terhitung mulai Januari 2018 hingga Maret 2019. Artinya, tak ada tanda-tanda gelombang penambahan jumlah warga negara asing ke Indonesia seperti yang dihembuskan di media sosial.

Sesuai ketentuan Undang-undang nomor 23 tahun 2016, para pemegang KITAS ini tak punya kewajiban memiliki Kartu Tanda Penduduk elektronik. Hal ini berbeda dengan warga negara asing yang telah mengantongi KITAP, berusia 17 tahun, dan telah atau pernah kawin, diwajibkan memiliki KTP elektronik. “Soal bagaimana kemudian mereka bisa terdaftar dalam DPT itu bukan wewenang kami.”

Kepala Bidang Piak dan Pemanfaatan Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kediri Supangkat mengatakan tak ada kesalahan dalam penerbitan kartu tanda penduduk elektronik kepada warga negara asing di daerahnya. “Hak dan kewajiban mereka (WNA) berbeda dengan warga kita, termasuk hak politik,” tutur dia.

Sesuai data Dispendukcapil, saat ini terdapat 12 WNA yang tinggal di Kabupaten Kediri. Mereka tinggal di beberapa kecamatan dengan berbagai profesi. Dari 12 WNA tersebut, hanya dua orang yang telah memiliki KTP elektronik. Identitas mereka sempat terekam dalam Daftar Pemilih Tetap pemilihan umum 2019, namun kini sudah dicoret Komisi Pemilihan Umum setempat.

Komisioner KPU Kabupaten Kediri Eka Wisnu Wardhana mengatakan dua WNA asal Singapura dan Belanda itu memang sempat masuk dalam DPT. Namun saat hendak diumumkan kepada masyarakat, diketahui keduanya bukan warga negara Indonesia. “Langsung kita coret setelah ada laporan masyarakat,” kata Wisnu.

Untuk mengantisipasi hal serupa, Kantor Imigrasi Jawa Timur meminta masyarakat dan pemerintah daerah memperketat pengawasan kepada orang asing di daerah sekitar. Jika menemukan keberadaan orang asing, diminta segera melapor kepada perangkat desa setempat untuk diteruskan ke tim pengawasan orang asing.

Tak hanya kepada warga negara asing yang tinggal di pemukiman, kewajiban melapor ini juga diberlakukan pada pengelola tempat penginapan, apartemen, mess perusahaan, dan hotel. Pelaporan juga bisa dilakukan melalui aplikasi online di website www.imigrasi.go.id.

HARI TRI WARSONO (Kediri)






Duduk Satu Meja dengan Anies Baswedan, Ahmad Sahroni: Nama Capres Koalisi Diumumkan 10 November

1 hari lalu

Duduk Satu Meja dengan Anies Baswedan, Ahmad Sahroni: Nama Capres Koalisi Diumumkan 10 November

Bendahara Umum Partai Nasdem Ahmad Sahroni menyatakan nama capres koalisi akan diumumkan 10 November. Hadir di acara bersama Anies Baswedan.


Kalangan Pengusaha Senang Ditjen Imigrasi Pangkas Proses ITAS dan KITAS

3 hari lalu

Kalangan Pengusaha Senang Ditjen Imigrasi Pangkas Proses ITAS dan KITAS

Kalangan pelaku usaha jasa pengurusan izin tinggal sementara (ITAS) Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) bagi Warga Negera Asing mengapresiasi langkah Direktorat Jenderal Imigrasi memangkas lebih pendek jalur birokrasi


Pemanasan Pilpres Disokong Simpatisan

4 hari lalu

Pemanasan Pilpres Disokong Simpatisan

Poros-poros pendukung bakal calon presiden di Pilpres 2024 mulai bermunculan.


Sejarah Hari Ini, 20 September 2004 Pilpres Putaran Kedua SBY Kalahkan Megawati

7 hari lalu

Sejarah Hari Ini, 20 September 2004 Pilpres Putaran Kedua SBY Kalahkan Megawati

Hari ini, 20 September 2004 merupakan Pilpres 2004 putaran kedua. SBY - Jusuf Kalla dapat suara terbanyak dibandingkan Megawati - Hasyim Muzadi.


Siap Maju Jadi Capres 2024, Anies Baswedan: Setiap Kali Ada Panggilan Tugas Saya Selalu Siap

8 hari lalu

Siap Maju Jadi Capres 2024, Anies Baswedan: Setiap Kali Ada Panggilan Tugas Saya Selalu Siap

Gubernur DKI Anies Baswedan menyatakan akan menuntaskan kerja-kerjanya di DKI Jakarta yang tinggal kurang sebulan lagi.


Anies Baswedan Siap Jadi Capres 2024, PSI DKI: Harus Dinilai Secara Adil dan Objektif

9 hari lalu

Anies Baswedan Siap Jadi Capres 2024, PSI DKI: Harus Dinilai Secara Adil dan Objektif

Ketua DPW PSI DKI Michael Victor Sianipar mengatakan figur Anies Baswedan harus dinilai secara objektif tanpa sentimen dan emosional.


Anies Baswedan Berdiskusi Tertutup dengan Jenggala Center, Lembaga Apa Itu?

9 hari lalu

Anies Baswedan Berdiskusi Tertutup dengan Jenggala Center, Lembaga Apa Itu?

Anies Baswedan diskusi tertutup dengan Jenggala Center bahas keadilan sosial di ibu kota dan soal situasi Pemilu 2024.


Petugas Damkar DKI Selamatkan Pria WNA yang Hendak Bunuh Diri dengan Cara Lompat dari Lantai 8 Apartemen

12 hari lalu

Petugas Damkar DKI Selamatkan Pria WNA yang Hendak Bunuh Diri dengan Cara Lompat dari Lantai 8 Apartemen

Petugas Damkar DKI mengagalkan upaya bunuh diri seorang pria WNA dengan cara melompat dari lantai 8 apartemen.


Jokowi Sentil Layanan Imigrasi Tak Maksimal, Apa itu KITAS dan Visa on Arrival?

15 hari lalu

Jokowi Sentil Layanan Imigrasi Tak Maksimal, Apa itu KITAS dan Visa on Arrival?

Presiden Jokowi mengkritik keras layanan Ditjen Imigrasi terkait layanan Visa on Arrival hingga KITAS yang tak maksimal. Apakah itu KITAS dan VoA ini


Syarat-syarat WNA Mengajukan Izin Tinggal Tetap di Indonesia

28 hari lalu

Syarat-syarat WNA Mengajukan Izin Tinggal Tetap di Indonesia

WNA tak bisa menetap secara bebas di Indonesia dan harus melalui proses serta peraturan yang berlaku. Begini mengurus Izin Tinggal Tetap (ITAP).