JK Sebut Status Operasi di Nduga Perlu Ditingkatkan

Anggota TNI mengangkat peti jenazah Serda Mirwariyadin yang tiba di Baseops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat, 8 Maret 2019. Jenazah Serda Mirwariyadin yang menjadi korban saat terjadi kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Mugi, Kabupaten Nduga, Papua, disemayamkan di Lanud I Gusti Ngurah Rai, sebelum diterbangkan ke kampung halamannya di NTB. ANTARA/Fikri Yusuf/

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK menilai peningkatan status operasi di Nduga, Papua memang perlu ditingkatkan pasca tewasnya 3 anggota Tentara Nasional Indonesia akibat serangan kelompok bersenjata.

Baca: Putus Logistik KKB di Nduga, TNI Tempatkan Pasukan di Kampung

Meski begitu, ia menilai peningkatan tidak perlu dilakukan hingga operasi militer. "Kejadian ini kan sifatnya gerilyawan menteror orang, masyarakat. Jadi belum, hanya penilaiannya ini. Operasi tentu harus ditingkatkan, tapi tidak berarti harus keadaan darurat," kata JK saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, 12 Maret 2019.

Ia mengatakan hal ini ia serahkan kepada TNI dan Polri yang lebih mengetahui kondisi di lokasi. Meski begitu ia sepakat bahwa saat ini penambahan personel diperlukan untuk ditempatkan di Nduga. "Ya tentu dibutuhkan penambahan personel, apalagi pembangunan sedang berjalan di situ kan," kata JK.

JK mengatakan saat ini pemerintah telah memenuhi seluruh kebutuhan Papua. Ia menilai seluruh keistimewaan Otonomi Khsusus yang diberikan pada Papua sudah berjalan.

Mulai dari kebijakan politik hingga ekonomi telah diberi keistimewaan. Ia mencontohkan dari segi ekonomi, pemerintah telah menganggarkan dana hingga Rp 100 triliun. Angka ini jauh lebih tinggi dari dana yang diberikan ke daerah-daerah lain.

Adapun terkait tuntutan kelompok kriminal bersenjata di Papua untuk memerdekakan Papua tak bisa dilakukan. "Semua kalau kita berunding apapun semua sudah (diberikan), tidak ada lagi yang bisa dirundingkan terkecuali kemerdekaan. Dan terwujudnya (kemerdekaan) tidak bisa," kata JK.

Sebelumnya pasukan TNI mendapat serangan dari kelompok bersenjata saat menjaga pembangunan infrastruktur Trans Papua di Kabupaten Nduga, Papua. Penyerangan yang terjadi pagi tadi, 7 Maret 2019 sekitar pukul 08.00 WIT itu menyebabkan tiga prajurit TNI gugur.

Simak juga: Prajurit TNI Lanjutkan Garap Infrastruktur Trans Papua di Nduga

Mereka yang gugur di Nduga adalah Serda Mirwariyadin, Serda Yusdin, dan Serda Siswanto Baju Aji. Kepala Dinas Penerangan Daerah Militer XVII/Cenderawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi membeberkan, saat pasukan TNI berjumlah 25 orang itu baru saja tiba di Distrik Mugi tiba-tiba mendapat serangan oleh sekitar lebih dari 50 anggota kelompok bersenjata.






Myanmar Hukum Sutradara Jepang 10 Tahun Penjara

4 jam lalu

Myanmar Hukum Sutradara Jepang 10 Tahun Penjara

Pengadilan Myanmar yang dikuasai junta militer, telah memenjarakan seorang pembuat film dokumenter Jepang.


Militer Amerika Serikat Klaim Telah Menumpas Pimpinan Kelompok Al Shabaab

2 hari lalu

Militer Amerika Serikat Klaim Telah Menumpas Pimpinan Kelompok Al Shabaab

Militer Amerika Serikat mengklaim telah membunuh seorang pemimpin kelompok radikal al Shabaab dalam sebuah serangan udara sepanjang akhir pekan lalu


5 Fakta di Balik Kemenangan SBY dan JK Pada Pilpres 2004, Memicu Renggang dengan Megawati?

2 hari lalu

5 Fakta di Balik Kemenangan SBY dan JK Pada Pilpres 2004, Memicu Renggang dengan Megawati?

Hari ini, 4 Oktober 2004 diumumkan kemenangan SBY - JK sebagai presiden dan wapres periode 2004 - 2009. Berikut beberapa fakta menariknya.


HUT Sumbar ke-77, Jusuf Kalla: Berpikir Seperti Orang Minang, Bekerja seperti Orang Jawa

3 hari lalu

HUT Sumbar ke-77, Jusuf Kalla: Berpikir Seperti Orang Minang, Bekerja seperti Orang Jawa

HUT Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) ke-77 dihadiri Jusuf Kalla. "Orang Minang selalu pakai otak bukan otot," katanya.


Chad Mundurkan Pemilu Sampai 2 Tahun

3 hari lalu

Chad Mundurkan Pemilu Sampai 2 Tahun

Rencana baru yang disetujui pada Sabtu, 1 Oktober 2022, menyepakati pemilu Presiden Chad mundur selama dua tahun.


AS Dakwa Pasutri Dokter karena Bocorkan Data Kesehatan Militer ke Rusia

6 hari lalu

AS Dakwa Pasutri Dokter karena Bocorkan Data Kesehatan Militer ke Rusia

AS mendakwa pasutri dokter yang membocorkan data pasien militer ke Rusia


Korea Selatan Tak Mau Ikut Campur Urusan Taiwan

9 hari lalu

Korea Selatan Tak Mau Ikut Campur Urusan Taiwan

Korea Selatan tak mau mencampuri urusan Amerika Serikat yang membela Taiwan dari Cina.


Lagi, Volodymyr Zelensky Klaim Ukraina Menangi Pertempuran

10 hari lalu

Lagi, Volodymyr Zelensky Klaim Ukraina Menangi Pertempuran

Volodymyr Zelensky mencatat pertempuran sengit dengan Rusia masih terjadi di garis depan dengan total panjang lebih dari 2 ribu kilometer.


Inggris Akan Menaikkan Anggaran Pertahanan

10 hari lalu

Inggris Akan Menaikkan Anggaran Pertahanan

Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengungkap pihaknya akan meningkatkan anggaran pertahanan dalam beberapa tahun ke depan.


Soal Taiwan, Sergei Lavrov Ingatkan Amerika Sedang Main Api

11 hari lalu

Soal Taiwan, Sergei Lavrov Ingatkan Amerika Sedang Main Api

Sergei Lavrov menyebut Amerika Serikat sedang main api terkait sikapnya pada Taiwan.