Jokowi Minta Siti Aisyah Tenangkan Diri di Rumah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi menemui Siti Aisyah (kanan), yang didugat telah membunuh Kim Jong Un di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 12 Maret 2019. Siti diduga membunuh dengan cara meraupkan cairan mengandung racun ke wajah Kim Jong Nam di bandara Internasional Kuala Lumpur pada 13 Februari 2017 lalu. TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi menemui Siti Aisyah (kanan), yang didugat telah membunuh Kim Jong Un di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 12 Maret 2019. Siti diduga membunuh dengan cara meraupkan cairan mengandung racun ke wajah Kim Jong Nam di bandara Internasional Kuala Lumpur pada 13 Februari 2017 lalu. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyarankan Siti Aisyah, warga negara Indonesia yang sempat menjadi terdakwa pembunuhan saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada 2017, untuk berdiam diri sementara waktu di rumah. Menurut dia, Aisyah butuh waktu untuk menenangkan diri.

    Baca: Siti Aisyah Tak Menyangka Bebas dari Ancaman Hukuman Mati

    "Saya menyampaikan agar Siti sementara di rumah terlebih dahulu sampai nantinya agak tenang dan bisa merencanakan kehidupan yang baik," katanya usai menerima Aisyah di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 12 Maret 2019.

    Jokowi menuturkan pemerintah Indonesia bersyukur setelah Pengadilan Tinggi Shah Alam, Malaysia, membebaskannya usai jaksa menarik tuntutan tanpa memberi alasan. "Alhamdulillah kami patut bersyukur bahwa Siti Aisyah sudah dapat terbebas dari ancaman hukuman yang sangat berat dan sudah bisa berkumpul kembali dengan keluarganya, bapak, ibunya, dan kakaknya," ucapnya.

    Menurut Jokowi, pembebasan buruh migran asal Serang, Banten, itu tak lepas dari bantuan hukum yang pemerintah Indonesia berikan. "Yang sangat panjang, yang lama, yang terus-menerus," ucapnya.

    Jokowi mencontohkan negara langsung menyewa pengacara setelah Aisyah ditangkap dua tahun lalu. "Ini adalah wujud kepedulian pemerintah terhadap warganya," tuturnya.

    Pertemuan antara Jokowi dan Aisyah berlangsung singkat sekitar 15 menit. Dalam pertemuan ini, Aisyah didampingi oleh keluarganya sementara Jokowi bersama Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

    Usai pertemuan, baik Aisyah maupun pihak keluarga tidak ada yang mau memberikan keterangan pada media. Mereka memilih bungkam sambil terus berjalan menghindari wartawan.

    Kasus Aisyah bermula saat ia dan seorang warga Vietnam, Doan Thi Huong, diadili atas tuduhan terlibat dalam pembunuhan Kim Jong Nam dengan mengoleskan cairan kimia saraf VX ke tubuh dan wajah Kim Jong Nam di bandara internasional Kuala Lumpur pada 13 Februari 2017.

    Keduanya telah membantah dan mengatakan mereka hanya diajak seseorang untuk tampil di acara reality show di bandara udara internasional Kuala Lumpur.

    Simak juga: Siti Aisyah Sampaikan Terima Kasih ke Presiden Jokowi

    Dalam acara tersebut, Siti Aishyah dan Thi Huong diminta mengoleskan cairan yang mereka tidak ketahui ke wajah Kim Jong Nam. Hanya beberapa menit kemudian, Kim Jong Nam tewas akibat cairan yang belakangan diketahui racun saraf VX.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.